Berita

Ilustrasi pemekaran provinsi Aceh/Istimewa

Politik

Dilihat Dari Sejumlah Faktor, ABAS Penuhi Syarat Jadi Provinsi Baru

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 08:47 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pakar Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Aliashuddin, menilai pemekaran Provinsi Aceh Barat-Selatan (ABAS) layak dilakukan. Pembentukan daerah otonomi baru itu seusai dengan strategi nasional, kapasitas daerah, dan memenuhi syarat yang ditetapkan dalam undang-undang.  

Aliashuddin mengatakan, sangat tidak adil jika membandingkan pemekaran provinsi di Papua dan Papua Barat dengan Aceh. Daerah yang jumlah penduduknya lebih sedikit dengan mudah mekar menjadi lima provinsi.

“Dan Aceh sangat layak untuk dimekarkan,” kata Aliashuddin, Selasa (3/11), dikutip Kantor Berita RMOLAceh.


Aliashuddin menambahkan, jika dilihat dari strategi nasional, wilayah barat Sumatera terhubung dengan beberapa negara lain, seperti India, Srilanka, dan lainnya. Dan itu, kata Aliashuddin, menjadi faktor penting dari aspek keamanan suatu daerah.

Jika dilihat dari aspek keuangan daerah, lanjut Aliashuddin, hanya ada beberapa provinsi yang mandiri di Indonesia. Yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Jawa Barat pun tidak sepenuhnya mandiri. Sementara daerah lain mengandalkan dana alokasi umum untuk mengongkosi pembangunan dan pemerintahan di daerah mereka.

Lebih lanjut Aliashuddin menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, persoalan jumlah penduduk juga tidak jadi masalah. Dia juga menyebut daerah ABAS meliputi 2/3 luas Aceh. Karena itu, batas wilayah tidak ada masalah.

“Usia kabupaten juga tidak masalah. Hanya pada jumlah penduduk minimal. Justru, Papua yang jauh lebih sedikit penduduknya bisa dimekarkan,” ucap Aliashuddin.

Menurut Aliashuddin, mengenai kapasitas daerah, ABAS sangat memenuhi syarat. Antara lain secara geografis, demografis, keamanan, sosial politik, adat, tradisi, potensi ekonomi, keuangan daerah, dan kemampuan penyelenggaraan pemerintahan.

Aliashuddin mengatakan untuk mewujudkan pemekaran itu, semua elemen harus bergerak. Mahasiswa, pemuda, politikus, dan tokoh-tokoh yang ada di wilayah barat-selatan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya