Berita

Pakar filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung/Net

Politik

Rocky Gerung: Jokowi Pakai UU ITE Untuk Pabrik Borgol

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 08:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo jangan dianggap sedang membangun kebebasan di Indonesia. Begitu tegas pakar filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung saat menjadi pembicara di acara Indonesia Lawyers Club bertajuk “UU ITE: Mengancam Kebebasan Berpendapat?”, Selasa (3/11) malam.

Pernyataan itu ditujukan kepada Jurubicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman yang hadir di acara tersebut bersama dua politisi pendukung pemerintah, Irma Suryani Chaniago dan Kapitra Ampera.

Dia meminta kepada pendukung pemerintah untuk tidak terus membandingkan Jokowi dengan era Soeharto. Perbandingan tersebut dirasa kurang pas karena jarak pemerintahan yang terlalu jauh.


Menurutnya, perbandingan seharusnya dilakukan dengan pemerintahan terdekat di era yang sama, seperti era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jangan anggap presiden Jokowi sedang bangun kebebasan,” terangnya sembari menukil data indeks demokrasi tanah air.

Rocky Gerung lantas mengomentari penggunaan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (disingkat UU ITE) yang digunakan berbeda di era SBY dan Jokowi.

Di era SBY, UU ITE didesain untuk memantau dan mengintip transaksi keuangan, bukan transaksi pikiran. Sementara di era Jokowi justru UU ini digunakan untuk menangkapi orang-orang yang mengkritik pemerintah.

“SBY membuat UU ini untuk menghasilkan transaksi yang masuk akal, menghalangi yang tidak masuk akal. Jokowi pakai UU itu untuk pabrik borgol,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya