Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Bantah Tudingan Klaim Dini Hasil Pilpres, Trump: Saya Akan Menyatakan Kemenangan Jika Memang Saya Menang

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 06:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Puncak hari pemungutan suara untuk pilpres AS 2020 telah berakhir. Banyak spekulasi yang mengatakan sebelumnya bahwa Pesiden AS Donald Trump akan mencoba untuk mengklaim kemenangan sebelum waktunya.

Namun klaim tersebut telah dipatahkan oleh sang petahana dengan pernyataan terbarunya yang mengatakan bahwa dia hanya akan menyatakan kemenangannya, "hanya jika ada kemenangan".

Trump mengungkapkan hal tersebut pada acara TV Fox and Friends, Selasa (3/11) pagi waktu setempat.


"Tidak ada alasan untuk bermain-main. Saya melihatnya sebagai peluang yang sangat, sangat solid untuk menang di sini. Saya tidak tahu bagaimana mereka menilai peluang tersebut," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (3/11).

Sebelumnya situs berita Axios melaporkan pada Minggu (1/11) bahwa Trump berencana untuk mengumumkan kemenangan dini pada Selasa malam jika tampaknya dia unggul dalam perebutan kursi Gedung Putih, bahkan jika penghitungan suara masih berlangsung dan negara-negara bagian penting seperti Pennsylvania. Menanggapi itu, Trump segera menyebutnya sebagai laporan yang ''salah".

Menyusul laporan tersebut, Twitter pada hari Senin (2/11) mengatakan pihaknya akan menambahkan label peringatan ke setiap posting yang secara prematur menyatakan pemenang dalam pemilihan presiden dan kongres AS.

Partai Republik, termasuk presiden, telah lama mengecam media sosial dan perusahaan teknologi besar tertentu karena dianggap berpihak pada Demokrat dan mencampuri jalannya pemilihan AS.

Trump juga berterima kasih kepada para pendukungnya dalam pesan Hari Pemilu, di mana dia berkata: "Untuk semua pendukung kami: terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam. Anda telah berada di sana sejak awal, dan saya tidak akan pernah mengecewakan Anda."

"Harapanmu adalah harapanku, impianmu adalah mimpiku, dan masa depanmu adalah apa yang aku perjuangkan setiap hari!" tambahnya.

Sementara itu, Biden meminta para pemilih untuk memercayainya seperti yang mereka lakukan saat menjadi cawapres mantan Presiden Barack Obama.

"Pada tahun 2008 dan 2012, Anda menaruh kepercayaan Anda kepada saya untuk membantu memimpin negara ini bersama Barack Obama. Hari ini, saya meminta kepercayaan Anda sekali lagi - kali ini, pada [Senator] Kamala [Harris] dan saya. Kita bisa menyembuhkan jiwa bangsa ini - saya berjanji kami tidak akan mengecewakan Anda," cuit Biden di akun Twitternya.

Biden juga mengunjungi gereja St. Joseph di Brandywine di Delaware bersama istrinya Jill dan dua cucunya pada pagi Hari Pemilihan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya