Berita

Kamera CCTV menunjukkan pelaku penempakan Wina/Net

Dunia

Tersangka Teror Wina Yang Tewas Ditembak Mati Polisi Diduga Simpatisan ISIS

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 06:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Austria terus melakukan perburuan pasca serangan teror di Kota Wina, Austria. Sejauh ini mereka telah menggerebek 18 lokasi dan telah berhasil menangkap 14 orang yang terkait dengan serangan teror mematikan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer mengatakan bahwa hingga saat ini telah ada empat korban tewas yang dilaporkan. Korban tersebut diidentifikasi sebagai dua pria dan dua wanita.

Keempat korban itu meninggal karena luka-luka yang mereka derita dalam serangan yang dimulai tak lama setelah jam 8 malam waktu setempat pada hari Senin (2/11) di dekat sinagoga utama Wina, ketika penduduk setempat menikmati malam terakhir sebelum penguncian virus corona yang akan berlaku selama sebulan.


Setidaknya 24 orang juga dibawa ke rumah sakit karena luka-luka mereka, tiga di antaranya berada dalam kondisi yang mengancam jiwa, kata layanan rumah sakit Wina.

Menteri Dalam Negeri mengatakan, penyelidikan awal menunjukkan tersangka yang tewas ditembak polisi adalah simpatisan kelompok Negara Islam (ISIS).

"Kami mengalami serangan kemarin malam dari setidaknya satu teroris Islam," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. "Ini adalah orang radikal yang merasa dekat dengan ISIS," lanjutnya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (3/11).

Dia juga mengatakan bahwa tersangka telah diidentifikasi dan merupakan warga negara ganda Austria dan Makedonia Utara berusia 20 tahun. Pada April 2019, dia dijatuhi hukuman 22 bulan penjara karena berusaha melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS, tetapi dibebaskan pada awal Desember.

"Pelaku berhasil mengelabui program deradikalisasi sistem peradilan, membodohi orang-orang di dalamnya, dan mendapatkan pembebasan lebih awal melalui ini," kata menteri.

Menurut Nehammer, tersangka sempat memposting foto di akun Instagram miliknya sebelum melakukan penyerangan, menunjukkan dirinya dengan dua senjata yang diyakini digunakannya untuk membunuh. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Nehammer mengatakan rekaman insiden yang direkam di ponsel tidak menunjukkan bukti adanya pria bersenjata kedua, meskipun kemungkinan itu belum sepenuhnya dikesampingkan.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan mereka tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa penembak lain masih berkeliaran dan meminta orang-orang untuk menghindari pusat Wina, yang sebagian besar kosong pada hari Selasa. Sejumlah toko juga nampak tutup menyusul kejadian mengerikan tersebut.

Sekitar 1.000 petugas polisi telah dikerahkan dalam perburuan itu, dan helikopter terlihat terbang di atas kepala saat kota itu ditutup. Negara tetangga telah meningkatkan pemeriksaan perbatasan.

Rekaman yang belum diverifikasi yang diposting di media sosial menunjukkan seorang pria bersenjata berjalan di jalan, tampaknya menembaki orang secara acak dan melukai beberapa orang. Tidak jelas apakah orang yang terlihat merekam adalah individu yang sama di setiap video.

Dilaporkan dari Wina, koresponden France 24 Anthony Mills mengatakan bahwa meskipun pihak berwenang kini telah mengidentifikasi tersangka yang terbunuh, masih banyak pertanyaan yang masih belum terjawab, termasuk jumlah orang yang terlibat dalam serangan itu dan apa target spesifiknya.

Militer Austria telah menyiapkan 75 tentara untuk menjaga situs-situs utama di Wina, membebaskan polisi untuk melanjutkan penyelidikan. Pemerintah Jerman dan Hongaria juga menawarkan untuk mengirim unit polisi taktis sebagai upaya untuk mendukung rekan mereka di Austria.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya