Berita

erdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan/Net

Dunia

Armenia Punya Bukti-bukti Campur Tangan Israel Dan Turki Dalam Konflik Nagorno-Karabakh

RABU, 04 NOVEMBER 2020 | 05:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dengan tajam mengutuk Israel yang telah bersekutu dengan Turki untuk mendukung Azerbaijan di tengah sengketa dengan Armenia yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Dalam wawancara ekslusif dengan The Jerusalem Post, Pashinyan juga mengungkapkan kekecewaannya bahwa Israel juga menggandeng teroris dan tentara bayaran Suriah untuk sama-sama membantu Azerbaijan dalam agresinya terhadap Armenia. Jelas ini akan membuat Armenia lebih menderita lagi atas kesepakatan jahat itu.

Yerusalem mempersenjatai Azerbaijan, yang katanya dimaksudkan untuk "melakukan genosida terhadap orang-orang Armenia di Nagorno-Karabakh."


Keterlibatan Israel dalam sengketa itu, menurut Pashinyan, ditandai dengan hadirnya pesawat pengindai UAV Israel yang secara aktif digunakan dalam perang melawan Nagorno-Karabakh.

Pashinyan pun menegaskan agar Yerusalem mundur selangkah dan mempertanyakan siapa mitranya dalam konflik ini.

Armenia telah memanggil kembali duta besarnya untuk Israel sebagai protes atas penjualan senjata ke Azerbaijan.

"Saya pikir Israel harus memikirkan hal-hal berikut," kata Pashinyan. “Tentara bayaran, teroris Islam, dan Israel, sekarang berada di pihak yang sama (Azerbaijan). Jadi Israel harus berpikir, apakah ini benar-benar posisi yang nyaman?"

Pashinyan menyimpulkan bahwa keterlibatan tentara bayaran Turki dan Suriah dalam konflik di Nagorno Karabakh telah memperumit situasi.

“Kehadiran mereka di kawasan itu merupakan ancaman, tidak hanya bagi Nagorno-Karabakh tetapi juga bagi Iran. Ya, Iran dan Rusia telah menyatakan bahwa mereka sebagai ancaman,” katanya.

Pashinyan dengan tegas menguraikan, jika sebelumnya hanya ada bukti tidak langsung bahwa Turki memobilisasi tentara bayaran Suriah untuk berperang di Azerbaijan, sekarang bukti-bukti itu telah sangat nyata sejak dua tentara bayaran baru-baru ini ditangkap oleh pasukan Nagorno-Karabakh.

“Salah satu dari mereka telah bersaksi secara komprehensif, dan mengatakan bahwa dia tinggal di kamp pengungsi Suriah yang dikendalikan Turki. Dia menggambarkan bagaimana dia direkrut, menggambarkan di mana mereka bersepakat, dan bagaimana mereka melintasi perbatasan ke Turki di sebuah pos pemeriksaan resmi," ungkap Pashinyan, seperti dikutip dari Radio of Armenia, Selasa (3/11).

Pashinyan mengatakan tentara bayaran itu dijanjikan dua ribu dolar AS, sebulan.

Perdana menteri mengatakan bahwa apa yang sangat berbahaya tentang situasi ini, dan mengapa komunitas internasional harus segera mengambil tindakan, adalah karena semua itu mewakili modus operandi Turki: 'mekanisme' untuk tujuannya memulihkan Kekaisaran Ottoman.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya