Berita

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M. Said Didu/Net

Politik

Titik Awal Kehancuran Saat Penjilat Diberi Jabatan, Orang Pintar Dipinggirkan

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 17:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M. Said Didu berharap kepada pemerintah agar mengelolah negara dengan baik.

"Jangan semua demi politik, demi kekuasaan," kata Said Didu saat jadi pembicara dikusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan-RMOL dengan tema "Anies Semakin Manis, Pemerintah Pusat Cemburu?", Selasa (3/11).

Dia tidak bisa membayangkan pada 20 hingga 30 tahun yang akan datang jika yang ditonjolkan dan dibangun adalah oligarki kekuasaan, di atasnya berdiri dinasti politik.


Said Didu bercerita saat dia pulang kampung beberapa waktu lalu, dia heran banyak masyarakat yang tidak mau sekolah, tidak mementingkan pendidikan.

Pasalnya, untuk mencari pekerjaan saat ini, bukan lagi butuh profesionalisme dan pendidikan, tetapi kedekatan kapada oligarki kekuasaan.

"Coba bayangkan kalau orang tidak mau lagi sekolah, tidak mau jadi insinyur, tidak mau jadi dokter, karena semuanya harus dekat kekuasaan. Dan memaki-maki yang anti kekusaan, dipastikan akan mendapatkan pekerjaan, bukan karena kepintaran," tuturnya.

"Inilah titik awal kehancuran generasi akan datang," lanjut Said Didu menambahkan.

Dijelaskan mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini lebih lanjut, titik awal kehancuran itu adalah saat penjilat dapat posisi dan jabatan, sementara orang pintar dipinggirkan.

"Cobalah berpikir anak cucu anda akan jadi apa ke depan, dengan sistem seperti ini. Siapa saja bisa menjadi komisaris BUMN, yang penting rajin memaki-maki orang, rajin memecah belah, jadi buzzer, tebal muka, dan mohon maaf rajin menjilat, dia akan dapat posisi," demikian Said Didu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya