Berita

Bank of China/Net

Bisnis

Bank Of China Bersiap Hadapi Risiko Pasar Pasca Pilpres AS 2020

SELASA, 03 NOVEMBER 2020 | 11:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua bank besar China pada hari Senin (2/11) mengeluarkan peringatan tentang potensi fluktuasi di pasar keuangan global selama pemilihan presiden AS.

"Menyusul pemilu pada 3 November, logam mulia dan pasar valuta asing dapat melihat fluktuasi 'setinggi langit', likuiditas akan sangat rendah, dan risiko pasar akan diperburuk," kata Bank of China dalam sebuah pernyataan di situsnya, seperti dikutip dari Global Times, Senin (2/11)

Dalam pernyataan terpisah, Bank of Communications mengeluarkan peringatan serupa tentang fluktuasi besar di pasar keuangan global, dan pengetatan likuiditas yang dapat memengaruhi bisnis.


Mengantisipasi hal tersebut kedua Bank berjanji untuk membuat penyesuaian untuk mengatasi potensi risiko, yang oleh para ahli disebut sebagai langkah yang langka.

AS dilaporkan memiliki pemilihan presiden yang kacau, dan persaingan bisa sangat ketat sehingga pertempuran hukum besar bisa terjadi dan hasilnya mungkin tidak diketahui pada Hari Pemilihan.

Mengingat potensi kekacauan, analis keuangan global menyebut pemilu sebagai salah satu risiko terbesar saat ini untuk pasar keuangan. Mereka juga berjanji untuk melakukan penyesuaian sementara di berbagai bisnis untuk mengatasi kemungkinan fluktuasi dan likuiditas yang ketat.

Bank of China mengatakan, antara lain, pihaknya bersiap untuk menurunkan batas transaksi tunggal dalam logam mulia, valuta asing, dan akun lain untuk mengatasi likuiditas yang ketat.

Sementara itu, Bank of Communications mengatakan dapat melakukan penyesuaian atau membatasi transaksi tertentu jika terjadi fluktuasi pasar yang besar dan likuiditas yang ketat. Rincian lebih lanjut tentang penyesuaian potensial akan diumumkan kemudian, kata bank tersebut.

Kedua bank mendesak investor untuk meningkatkan kewaspadaan risiko dan melakukan langkah serta investasi yang wajar dan berhati-hati untuk mengatasi fluktuasi pasar.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya