Berita

Brigjen Prasetijo Utomo/Ist

Hukum

Brigjen Prasetijo Utomo Potong Jatah Suap Irjen Napoleon 50 Ribu Dolar

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 17:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terungkap, bahwa mantan Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo memotong jatah suap Irjen Napoleon Bonaparte dari Djoko Tjandra sebesar 50 ribu dolar Amerika Serikat.

Pemotongan jatah itu ketika Djoko Tjandra melalui rekannya Tommy Sumardi membawa uang sebesar 100 ribu dolar untuk diberikan kepada terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte di kantornya Gedung TNCC lantai 11 Mabes Polri.

"Saat diperjalanan didalam mobil, Brigjen Prasetijo Utomo melihat uang yang dibawa oleh Tommy Sumardi, kemudian mengatakan 'Banyak banget ini Ji buat beliau? Buat gw mana?' dan saat itu uang dibelah dua oleh Brigjen Prasetijo Utomo, dengan mengatakan 'Ini buat gw, nah ini buat beliau', sambil menunjukkan uang yang sudah dibagi dua," ungkap Jaksa Erianto membacakan dakwaan untuk Irjen Napoleon Bonaparte di PN Tipikor, Jakarta Pusat Senin (2/11).

Saat tiba di ruangan Irjen Napoleon, Tommy menyerahkan paper bag berisi uang suap yang telah dipotong itu kepada Irjen Napoleon Bonaparte. Namun, karena melihat nilainya tak sesuai, Napoleon menolak dan justru meminta tambahan uang suap untuk menghapus red notice yang semula seharga Rp 3 miliar menjadi Rp 7 miliar.

Untuk meyakinkan Tommy, Irjen Napoleon menjual nama pimpinan Polri.

"Ini apaan nih segini, ga mau saya. Naik ji jadi 7 (tujuh) ji soalnya kan buat depan juga bukan buat saya sendiri. Yang nempatin saya kan beliau dan berkata "petinggi kita ini"," kata Jaksa.
Dalam dakwaannya, total uang yang telah dikantongi Brigjen Prasetijo Utomo sebagai perantara penghapusan red notice Djoko Tjandra sebesar 150 ribu dolar Amerika Serikat.

Atas perbuatannya, Prasetijo diduga melanggar Pasal 5 ayat (2) Jo. Pasal 5 ayat (1) huruf a Jo. Pasal 11 Jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU 31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 Tentang Perubahan atas UU31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Populer

Selain Kecelakaan Sriwijaya Air, Paranormal Mbak You: 2021 Ada Gerakan Ganti Presiden

Senin, 11 Januari 2021 | 21:56

Kapalnya Berkeliaran Di Selat Sunda, China Paham Indonesia Tidak Bersungguh-sungguh Memilih Kedaulatan

Minggu, 17 Januari 2021 | 12:16

Jokowi Belum Tentu Disuntik Sinovac, Haris Rusly Moti: Masa Sih Begitu?

Kamis, 14 Januari 2021 | 01:17

Rumah Yang Digeledah KPK Terkait Korupsi Bansos Diduga Milik Keluarga Politisi PDIP Ihsan Yunus

Selasa, 12 Januari 2021 | 16:33

Ilmuwan Australia: Wabah Covid-19 Berawal Di China, Tapi Asal-usul Virus Corona Sulit Untuk Dipastikan

Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:40

Beda Signifikan, Mantu Jokowi Habiskan Dana Kampanye Hingga Rp 15 Miliar, Lawannya Rp 1 Miliar

Senin, 18 Januari 2021 | 12:46

Prodem: Seru Juga Kalau Arief Budiman Bongkar Kecurangan Pemilu

Kamis, 14 Januari 2021 | 00:27

UPDATE

Pascagempa Sulbar, Polisi Imbau Masyarakat Jangan Terpengaruh Hoaks

Selasa, 19 Januari 2021 | 00:06

Momentum MK Perbaiki Krisis Kepercayaan Masyarakat

Senin, 18 Januari 2021 | 23:57

Beras Vietnam Beredar Di Pasar Induk Cipinang, PKB: Harus Diselidiki Rekomendasi Impor Dari Mana

Senin, 18 Januari 2021 | 23:38

Penjual Keliling Sebarkan Virus Corona, China Siap Lockdown Hampir Tiga Juta Orang

Senin, 18 Januari 2021 | 23:32

Selain Profesionalitas Polri, GAMKI Minta Kapolri Baru Buat Kebijakan Penegakan Hukum Tepat Di Papua

Senin, 18 Januari 2021 | 23:24

FBI Selidiki Dugaan Wanita Curi Laptop Ketua DPR AS, Hendak Jual Ke Rusia

Senin, 18 Januari 2021 | 23:01

Sanksi PPKM Tangerang Raya Baru Pembubaran, Belum Penegakan Hukum

Senin, 18 Januari 2021 | 22:49

Sempat Terputus, Akses Jalan Poros Majene-Mamuju Kembali Pulih

Senin, 18 Januari 2021 | 22:37

Pengadilan Mesir Perintahkan Penyitaan Aset Mendiang Mohamed Morsi

Senin, 18 Januari 2021 | 22:20

Narasi Populisme Jokowi Diubah Neo-Despotism, Elite Rezim Soeharto Kembali Berkuasa

Senin, 18 Januari 2021 | 22:06

Selengkapnya