Berita

Poster Presiden Macron dijadikan keset di depan toko/RMOLJatim

Nusantara

Imbas Hina Nabi Muhammad, Poster Presiden Prancis Macron Dijadikan Keset Di Depan Toko

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 16:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aksi protes terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron dilakukan seorang warga di Kabupaten Kuningan, bernama Karyo.

Ia menjadikan poster Macron sebagai keset di depan toko listrik miliknya.

Terdapat empat buah poster yang diletakkan di lantai toko listrik milik Karyo di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan.


Karyo mengaku sengaja memasang poster Macron sebagai bentuk protes dan kecaman karena dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW pada pekan lalu.

"Sebagai seorang muslim, saya menganggap Presiden Perancis ini telah menghina Nabi Muhammad SAW. Jadi ini murni dari hati saya sebagai bentuk protes, karena saya tidak terima nabi saya dihina," kata Karyo saat ditemui di tokonya, Senin (2/11) seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Ia mengatakan, poster-poster Macron sendiri sudah terpasang sejak lima hari lalu. Ia memastikan akan terus memasang poster tersebut sampai Macron menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Macron harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan tidak lagi mendiskriminasi umat muslim yang ada di Prancis," katanya.

Sejak pertama kali dipasang, banyak warga yang datang untuk sekedar berfoto sambil menginjak poster Macron. Karyo sendiri tidak keberatan meski orang tersebut tidak membeli apapun di toko miliknya.

"Sejak dipasang alhamdulilah banyak yang datang untuk foto, meski tidak beli tapi tidak apa-apa. Kalau ada konsumen yang beli saya juga langsung memberi tahu bahwa ini (Macron) yang menghina Nabi Muhammad SAW," tegasnya.

Karyo juga berharap agar pemerintah segera melakukan boikot terhadap produk-produk asal Prancis yang beredar di pasaran.

Menurutnya, hal itu untuk memberikan efek jera agar tidak ada lagi orang-orang yang menghina Nabi Muhammad SAW.

"Jadi, kalau perlawanan dengan senjata tidak mungkin. Maka, kita hanya bisa seperti ini, memasang poster Presiden Prancis dan diinjak-injak," pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya