Berita

Akhyar Nasution di Kantor Bawaslu Medan/RMOLSumut

Politik

Dituding Ancam Anggota Panwascam, Akhyar Nasution: Itu Berita Bohong Dan Menyesatkan!

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 14:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution, langsung melakukan klarifikasi laporan yang menyebutkan dia dianggap menghalang-halangi kerja petugas Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Medan Deli pada Selasa malam lalu (27/10).

Akhyar mendatangi Sentra Gakkumdu (Penegakkan Hukum Terpadu) Kantor Bawaslu Medan, Minggu kemarin (1/11).

Di hadapan wartawan, Akhyar menyampaikan, sebenarnya pada Selasa malam lalu tidak ada kejadian apa-apa.


"Saat ditanya apa kejadian malam itu, ya nggak ada kejadian apa-apa. Itu keterangan saya di situ (ruang Gakkumdu)," ucap Akhyar, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Terkait adanya tuduhan ancaman pemukulan, Akhyar menganggap tuduhan itu adalah berita bohong dan menyesatkan.

"Saya enggak ada ngomong apa-apa. Enggak ada gerakan apa-apa. Jadi itu berita bohong yang menyesatkan. Kami juga sampaikan keberatan kepada Bawaslu, dan sudah saya sampaikan tadi," tegasnya.

"Jadi pada saat itu, selesai acara saya keluar. Itu kan di kampung saya, tempat kelahiran saya, tempat saya main-main. Itu keluarga saya semua. Saya juga tidak ada bicara apapun di kegiatan keluarga yang saya hadiri sekitar sejam. Jadi ketika pulang, saya ambil kereta (motor, red). Ya saya pulang. Cuma ketika mau lewat masih padat jalan, saya tengok saja. Oh mungkin inilah ketua Panwas itu, mungkin, saya nggak kenal sama dia. Saya nggak ada ngomong apa-apa," beber Akhyar.

Akhyar pun menyesalkan sikap petugas Panwascam yang lebih dulu menyebarkan berita tersebut ke media massa dan membuat dirinya merasa dirugikan sebagai Paslon.

"Sebelum di-clear-kan masalahnya, mengapa dia sudah ngomong ke media massa? Dan itu sangat merugikan saya sebagai Paslon. Kami juga keberatan, orang nggak ada kejadian apa-apa. Kok katanya saya mau mukul dia, darimana saya mau mukul dia? Saya pun enggak kenal orangnya yang mana," ujarnya.

Dia menegaskan, secara pribadi, berita bohong dan fitnah atas kejadian pada Selasa lalu itu sangat keji.

"Siapa yang diusir? Enggak ada yang diusir. Setahu saya nggak ada. Acara itu pun enggak sampai satu jam dan acara itu adalah acara keluarga saya, pengukuhan Paguyuban Pejuang Legiman. Saya itu secara tutur cucunya Legiman. Kan itu acara keluarga. Yang setiap tahun memang acara itu dilakukan. Jadi enggak seperti yang disebutkan," ucapnya keheranan.

Diberitakan sebelumnya, Akhyar dilaporkan ke Bawaslu Medan atas dugaan menghalangi anggota Panwascam saat menghadiri acara keluarga besarnya yakni Paguyuban Pejuang Legiman di kawasan Medan Deli.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya