Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dianggap Melakukan Penghinaan Terhadap Dewan Legislatif, Tujuh Tokoh Politik Hong Kong Ditangkap Polisi

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 09:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tujuh politisi Hong Kong termasuk mantan anggota Dewan Legislatif Hong Kong (LegCo) diamankan pihak kepolisian pada hari Minggu (1/11) waktu setempat. Mereka ditangkap karena dianggap melakukan penghinaan dan campur tangan dengan anggota LegCo.

Para ahli mengatakan, penangkapan tersebut merupakan sinyal positif bahwa Hong Kong sedang membersihkan kekacauan yang sudah lama ada di LegCo dan menghilangkan pertunjukan politik yang buruk.

Tujuh tokoh politik Hong Kong yang ditangkap termasuk ketua kelompok oposisi Partai Demokrat Hong Kong Wu Chi-wai, ketua Partai Buruh Steven Kwok Wing-kin, Raymond Chan Chi-chuen, dan Eddie Chu, demikian dilaporkan outlet media Hong Kong pada Minggu (1/11).


Kepolisian Hong Kong (HKPF) mengkonfirmasi kepada Global Times pada hari Minggu bahwa penangkapan tujuh politisi berusia 33 hingga 63 tahun karena dicurigai menghina dan mengganggu petugas LegCo.

"Penangkapan hari ini merupakan peringatan bagi para aktivis oposisi yang biasa mengadakan pertunjukan bahwa Hong Kong akan memperbaiki LegCo," kata Li Xiaobing, seorang ahli di Hong Kong, Macao dan Urusan Taiwan dari Universitas Nankai di Tianjin, seperti dikutip dari GT, Minggu (1/11).

"Penangkapan anggota parlemen ini tidak berarti bahwa suara-suara yang menentang tidak akan diterima untuk masa-masa mendatang. Masyarakat HK selalu dikenal karena keberagamannya. Ini juga untuk menekankan perlunya mengambil tanggung jawab pembuatan undang-undang dengan serius," kata Li Xiaobing.

Ketujuh tokoh politik yang ditangkap itu terkait dengan pertemuan LegCo yang berujung kacau pada 8 Mei 2020, yang telah diselidiki petugas polisi sejak menerima laporan pada hari yang sama.

Pada 8 Mei, pertemuan LegCo berubah menjadi kekacauan karena beberapa aktivis oposisi termasuk Chu dan Chan menyebabkan kerusuhan di pertemuan tersebut dan bahkan berusaha untuk menyerang anggota parlemen lainnya. Meskipun ada peringatan dari pemimpin LegCo, Starry Lee Wai-king, bahwa menghalangi pertemuan LegCo dapat melanggar hukum, para pembuat masalah berulang kali mencegah pertemuan tersebut untuk dilanjutkan sampai mereka diusir oleh Lee.

"Hong Kong menggunakan cara hukum yang ada untuk menyelidiki filibustering beberapa anggota LegCo untuk memberantas pertunjukan politik semacam ini, yang telah lama merugikan kepentingan publik," kata Tang Fei, anggota Asosiasi China Hong Kong dan Macao Studi.

"Tapi pada akhirnya tergantung pada sistem peradilan Hong Kong," kata Tang, "Tampaknya tidak terlalu optimis, karena tujuh perusuh baru saja dibebaskan dari tuntutan pidana oleh hakim Hong Kong pada hari Sabtu."

Lau Siu-kai, wakil presiden Asosiasi Studi Hong Kong dan Makau Cina, yang juga mantan penasihat utama Unit Kebijakan Pusat pemerintah HKSAR, percaya bahwa LegCo akan semakin memperkuat disiplin internalnya.

"Para anggota yang tidak mematuhi aturan akan ditangani sebagaimana mestinya, sehingga LegCo tidak harus terlalu bergantung pada kekuatan eksternal untuk menjaga ketertiban internal untuk dirinya sendiri," kata Lau.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya