Berita

Perdana Menteri Prancis Jean Castex/Net

Dunia

Lockdown Kedua Prancis, PM Jean Castex Umumkan Supermarket Tidak Jual Barang Non-Esensial Mulai Selasa

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengumumkan bahwa supermarket di negara itu akan mulai memperkenalkan larangan penjualan semua barang 'non-esensial' mulai Selasa (3/11) waktu setempat.

Hal tersebut diumumkan Castex dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi di TF1, Minhhh (1/11), mengikuti langkah-langkah yang sudah diberlakukan sebelumnya oleh penguncian nasional untuk membendung virus corona.

"Barang-barang non-esensial yang dilarang dijual di toko-toko kecil lokal sekarang juga akan dilarang di supermarket mulai Selasa," kata PM, seperti dikutip dari AFP, Minggu (1/11).


Dalam wawancaranya dengan TFI, Castex mengatakan keputusan untuk memberlakukan pembatasan yang keras adalah sesuatu yang "memilukan" dan dia berjanji untuk mendukung bisnis yang terkena dampak sehingga mereka tidak dipaksa untuk menutup usahanya.

"Kami tidak akan mengulangi tindakan yang diumumkan. Ini jelas bukan waktu yang tepat. Ini terlalu cepat. Tidak akan ada pembukaan kembali dan semua pemilik bisnis dan kita semua harus sangat waspada dan menghormati penutupan.

"Saya katakan kepada para pemilik toko ini dan yang lainnya - kepada semua warga kita - lebih baik menghormati aturan kesehatan dan keselamatan ini sekarang sehingga kita bisa keluar dari [penguncian] ini lebih cepat," katanya.

Prancis memasuki penguncian keduanya pada hari Jumat dalam upaya untuk membendung pandemi virus korona yang muncul kembali dengan penduduk hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk berbelanja makanan, janji medis, alasan keluarga yang mendesak, dan untuk pergi bekerja ketika pekerjaan mereka tidak dapat dilakukan dari rumah.

Kematian harian akibat Covid-19 di Prancis berada pada level tertinggi sejak April. Pada hari Minggu (1/11), 46.290 kasus baru tercatat dalam 24 jam terakhir dengan lebih dari 1,4 juta kasus secara keseluruhan.

Castex mengatakan dia memahami bahwa Prancis "frustrasi" oleh pembatasan lebih lanjut tetapi sekarang prioritasnya adalah untuk melindungi kesehatan semua warga.

"Ini untuk kelangsungan ekonomi, untuk kesehatan kolektif kita," tegasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya