Berita

Albert Einstein. bersama cinta tersembunyi, seorang mata-mata Rusia, Margarita Konenkova/Net

Histoire

Mengintip Hubungan Cinta Albert Einstein Dengan Mata-mata Rusia

SENIN, 02 NOVEMBER 2020 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Walau telah banyak memikat hati para pria Rusia, tidak banyak yang mengenal sosok wanita cantik mempesona ini, sampai kemudian rumah lelang Sotheby menemukan surat-surat cinta antara dirinya dengan ilmuwan Albert Einstein.

Perselingkuhan itu kemungkinan besar akan tetap menjadi rahasia seandainya seorang kerabat tidak menyerahkan koleksi 56 surat ke rumah lelang Sotheby pada tahun 1998.

Dalam surat-surat itu, Einstein menyebut mereka sebagai 'Almar', singkatan dari nama depan mereka: Albert dan Margarita. Ketika hubungan itu terjalin, Albert memang sedang sangat kesepian semenjak istri keduanya meninggal sementara Margarita adalah isteri dari seorang pematung terkenal.


Walau tersembunyi, namun Margarita tetap menjadi cinta terakhir Einstein sampai kematiannya pada tahun 1980.

Lalu, bagaimana mulanya seorang mata-mata Rusia ini bisa menjalin cinta dengan Albert Einstein, sosok yang semula menjadi target informasi mengenai senjata nuklir Amerika?

Margarita Konenkova memang sosok yang menawan dan telah memikat pria-pria berpengaruh. Dia pernah dikaitkan dengan komposer Rusia Sergei Rachmaninoff dan penyanyi opera terkenal Feodor Chaliapin.

Meski terlibat asmara dengan dua tokoh terkenal itu, Konenkova akhirnya menikah dengan Sergei Konenkova, seorang pematung berbakat yang menciptakan 'Rodin Rusia'.

"Dia begitu cantik sehingga dia tampak seperti ciptaan beberapa seniman hebat bagi saya," kenang sang suami, seperti dikutip dari Rusia Beyond

Pada tahun 1923, pasangan ini pindah ke AS. Margarita menjadi bintang paling popular di antara imigran Rusia, menghadiri banyak pesta dan acara sosial, sementara Konenkov terus berkarya.

Suatu hari, Margarita mendapat misi untuk menembus lingkaran sains Princeton. Tugasnya adalah mencari tahu tentang Proyek Manhattan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh AS untuk memproduksi senjata nuklir pertama.

Di saat bersamaan, Universitas Princeton menugaskan pematung hebat Rusia, Sergei Konenkov (suami Margarita), untuk membuat patung Einstein

Margarita pun berhasil menyusup ke lingkaran sains Princeton, mendekati Albert Einstein dan Robert Oppenheimer, salah satu 'bapak' bom atom.

Selama proses pembuatan patung, hubungan Sergei dan Einstein menjadi dekat, yang berarti juga menjadi dekat dengan Margarita yang kerap hadir di antara mereka.

Suami Margarita mengunjungi Princeton hanya beberapa kali untuk membicarakan rencana proyek tersebut. Namun, Margarita justru menjadi pengunjung yang paling sering.

Lama kelamaan Margarita sering menghabiskan waktu berdua saja dengan Einstein sementara suaminya sibuk dengan pekerjaannya.

Einstein bahkan meminta Sergei untuk mengirim Margarita ke Danau Saranac di mana Einstein memiliki sebuah pondok. Dia berargumen bahwa Margarita sakit dan perlu menghabiskan waktu di iklim yang baik untuk sembuh, melampirkan surat keterangan dokter palsu.

Einstein tidak pernah tahu bahwa perselingkuhan itu menjadi bagian dari tugas Margarita untuk mencari informasi.
 
Einstein memang berhasil memperkenalkan Margarita ke konsul Soviet di AS, tetapi kecil  kemungkinan dia mendapatkan informasi berharga yang dincarnya soal Proyek Manhattan karena Einstein tidak bekerja secara langsung dengan proyek nuklir itu, meskipun dialah yang mendesak Presiden Roosevelt untuk memulai pengembangan bom atom.

Ilmuwan terbesar di abad ke-20 yang sukses memberikan kontribusinya dan berperan penting dalam banyak teori yang memandu Fisika dan sains itu mungkin tidak menyadari bahwa kekasih gelapnya adalah seorang mata-mata Rusia, bila menyimak dari isi surat-surat mereka yang ditulis sepanjang 1945 dan 1946.

Oleg Odnokolenko, seorang jurnalis dari Nezavisimaya Gazeta yang menyelidiki kisah Einstein dan Konenkova, mengatakan masih sulit untuk menentukan apakah Margarita benar-benar jatuh cinta kepada Einstein atau hanya karena misi semata. Namun, OLeg menilai Margarita cukup sukses menjalankan dinas intelijennya.

Menurut Pavel Sudoplatov, seorang jenderal intelijen dari era Joseph Stalin, Margarita Konenkova sangat diperlukan dalam hal memata-matai program nuklir Amerika, Proyek Manhattan.

“Di Princeton, dia dekat dengan fisikawan berpengaruh Einstein dan [Robert] Oppenheimer… dia berbicara tentang Oppenheimer untuk mempekerjakan orang-orang yang dikenal karena pandangan kiri mereka. Agen kami siap bekerja dengan mereka,” tulis Sudoplatov dalam bukunya 'Special Tasks'.

Meski Einstein tidak terlibat langsung dalam Proyek Manhattan, tetapi para peneliti menduga bahwa seorang ilmuwan yang berwenang dapat belajar banyak tentang program nuklir AS melalui mantan murid dan rekannya yang mengerjakannya. Tentu saja, Uni Soviet menginginkan informasi ini.

Tepat setelah berakhirnya Perang Dunia II, ketika Perang Dingin semakin meningkat, Margarita Konenkova dan suaminya Sergei terpaksa meninggalkan AS dan kembali ke Uni Soviet.

Namun begitu, Margarita tetap berusaha keras untuk membuat Einstein bertemu Pavel Mikhailov, konsul Uni Soviet yang bekerja untuk GRU (intelijen tentara Soviet). Einstein bersedia  melakukannya untuk Margarita karena menyadari bahwa masa depannya di Uni Soviet bergantung pada pertemuan ini. Eisntein telah bertemu dengan Mikhailov lebih dari sekali.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya