Berita

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo dan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat pada Kamis, 29 Oktober 2020/Net

Dunia

Jika Donald Trump Kalah, Dukungan AS Untuk Natuna Tidak Akan Luntur

MINGGU, 01 NOVEMBER 2020 | 13:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Beberapa hari yang lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo melakukan kunjungan ke Indonesia.

Dalam pertemuan bilateralnya dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Pompeo mengkritik klaim China di Laut China Selatan dan mendukung tindakan tegas Indonesia di Pulau Natuna.

"Kami menolak klaim melanggar hukum yang dibuat oleh Partai Komunis China di Laut China Selatan," ujar Pompeo dalam konferensi pers bersama Retno usai pertemuan pada Kamis (29/10).


"Jelas terlihat kepemimpinan Indonesia yang berani terhadap isu Laut China Selatan di ASEAN dan PBB," lanjutnya.

Namun, pernyataan dukungan AS terhadap Indonesia sendiri dilakukan menjelang pemilihan presiden pada 3 November yang dapat mengubah arah kebijakan Washington.

Meski begitu, pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana mengatakan, meskipun kepemimpinan di Gedung Putih berubah, dukungan AS terhadap Indonesia atas Laut Natuna Utara akan tetap sama.

Pasalnya, dukungan AS terhadap Indonesia bukan semata-mata keputusan para politisi melainkan pandangan bersama seluruh birokrat AS dalam menghadapi pengaruh China.

"Dengan demikian, dukungan tidak akan luntur. AS akan memegang komitmennya," kata Guru Besar Hukum Internasional itu kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Minggu (1/11).

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) itu menerangkan, Pompeo tidak akan membuat komitmen dukungan jika keputusan tersebut berlandaskan kepentingan politisi.

"Terus terang, menurut saya kalau politisi yang mendorong kebijakan ini untuk mereka buat apa? Mengingat pilpres kan semakin mendekat. Belum lagi kalau (Presiden Donald) Trump kalah, maka mereka tidak bisa buat kebijakan alias lame duck," tuturnya.

"Nah kalau birokrasi kan beda," tambah Hikmahanto.

Plpres AS akan berlangsung pada Selasa (3/11), di mana Trump akan menghadapi lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya