Berita

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal/Net

Politik

Selain Demo Di Istana, Ribuan Buruh Juga Akan Ajukan Gugatan UU Ciptaker Ke MK

MINGGU, 01 NOVEMBER 2020 | 11:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Puluhan ribu buruh akan menggelar aksi serentak di 24 provinsi pada senin (2/11). Di Jakarta, titik kumpul aksi akan diarahkan di Istana Negara dan gedung Mahkamah Konstitusi.

Puluhan buruh yang beraksi ini berasal dari KSPSI, KSPI, AGN dan Gekanas. Selain berunjuk rasa, mereka juga akan melayangkan uji materi omnibus law UU Cipta Kerja kepada MK.

"Tuntutan yang akan disuarakan adalah, batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) tetap naik," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal lewat keterangan persnya, Minggu (1/11).

Di MK, para buruh akan melayangkan uji materi UU Ciptaker. Namun jika UU ini belum masuk dalam lembaran negara, maka yang dilakukan para buruh di MK sebatas konsultasi.

“Bilamana nomor UU Cipta Kerja belum ada pada saat penyerahan berkas gugatan tersebut, maka yang akan dilakukan KSPI dan KSPSI AGN hanya bersifat konsultasi ke MK," ujarnya.

Adapun buruh yang akan mengikuti aksi berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Bandung Raya, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Semarang, Kendal, Jepara, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Selain itu, aksi juga akan dilakukan di Jogja, Banda Aceh, Medan, Deli Serdang, Batam, Bintan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Lampung, Makassar, Gorontalo, Bitung, Kendari, Morowali, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Lombok, Ambon, Papua, dan sebagainya.

"Aksi KSPI dan 32 federasi lainnya ini adalah non violance (anti kekerasan), terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkis," tegasnya.

Selain 2 November, aksi akan dilanjutkan 9 November 2020 di DPR RI untuk menuntut dilakukannya legislatif review dan tanggal 10 November 2020 di kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut upah minimum 2021 harus tetap naik.

"Aksi 9 dan 10 juga membawa dua agenda yang kami sebutkan di atas, dan dilakukan serentak di 24 provinsi," tutupnya.

Populer

Selain Kecelakaan Sriwijaya Air, Paranormal Mbak You: 2021 Ada Gerakan Ganti Presiden

Senin, 11 Januari 2021 | 21:56

Disebut Orang Kaya, Gelandangan Yang Ditemui Risma Ngaku Tidak Dipedulikan Keluarga

Kamis, 07 Januari 2021 | 17:56

Pak Tua Yang Ditemui Risma Dikuliti Warganet, Bukan Gelandangan?

Kamis, 07 Januari 2021 | 00:20

Jokowi Belum Tentu Disuntik Sinovac, Haris Rusly Moti: Masa Sih Begitu?

Kamis, 14 Januari 2021 | 01:17

Berani Lawan Anies, Gibran Diingatkan "Martabak" Lebih Lembek Ketimbang "Mebel"

Kamis, 07 Januari 2021 | 13:41

Pantas Corona Naik Drastis, Praktik Jual Beli Surat Tes Covid-19 Ternyata Marak Di Bandara

Kamis, 07 Januari 2021 | 08:17

Rumah Yang Digeledah KPK Terkait Korupsi Bansos Diduga Milik Keluarga Politisi PDIP Ihsan Yunus

Selasa, 12 Januari 2021 | 16:33

UPDATE

Jika Dilantik, Listyo Sigit Prabowo Akan Tembus Rekor Kapolri Termuda

Sabtu, 16 Januari 2021 | 05:24

Syahrial Nasution: Istana Simbol Keadilan, Bukan Tempat Perlindungan Raffi Ahmad Atas Kecerobohannya

Sabtu, 16 Januari 2021 | 05:10

PKS Ingin Polri Di Bawah Kepemimpinan Listyo Sigit Bisa Saingi KPK

Sabtu, 16 Januari 2021 | 04:32

Gading Seno

Sabtu, 16 Januari 2021 | 04:17

Listyo Sigit Calon Kapolri, Pesan Jokowi Gunakan Orang Dekat Untuk Amankan Kekuasaan Makin Kuat

Sabtu, 16 Januari 2021 | 04:06

Hormati Kesimpulan Komnas HAM, Gus Jazil: Polisi Harus Usut Kematian 6 Laskar FPI

Sabtu, 16 Januari 2021 | 03:48

Sesuai UU, DPR Bisa Tolak Listyo Sigit Jadi Kapolri Kalau Tidak Setuju

Sabtu, 16 Januari 2021 | 03:40

Habib Ali Assegaf Wafat, AHY: Kita Kehilangan Ulama Yang Nasihatnya Sejukkan Umat

Sabtu, 16 Januari 2021 | 03:27

Tidak Ingin Polisi Terima Uang Haram, Mardani: Kapolri Jangan Takut Naikkan Anggaran

Sabtu, 16 Januari 2021 | 02:25

Berhasil Diidentifikasi, Pramugari Nam Air Penumpang SJ-182 Dimakamkan Besok Siang

Sabtu, 16 Januari 2021 | 02:19

Selengkapnya