Berita

Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief/Net

Politik

Kalau Kerap Gunakan UU ITE Mana Mungkin Bisa Jadi Pemimpin Kelas Dunia

MINGGU, 01 NOVEMBER 2020 | 08:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Beragam penghargaan akan mudah diraih oleh Presiden Joko Widodo andai mampu membawa ekonomi Indonesia tumbuh konsisten di angka 6 persen seperti era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tidak hanya itu, Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief yakin para pemimpin lokal akan banyak ruang di nasional jika target ekonomi itu dicapai.

“Pertumbuhan ekonomi 6 persen telah melahirkan pemimpin lokal seperti Ibu Risma, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Jokowi dan beberapa figur lokal lainnya. Mengapa sekarang figur lokal nyungsep, bisa ditebak jawabannya,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (1/11).


Namun demikian, dia mengkritisi apa yang dilakukan Jurubicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman yang seolah ingin mendompleng penghargaan milik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Di mana Anies Baswedan baru saja membawa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memenangkan Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program integrasi antarmoda transportasi publik.

Fadjroel menanggapi capaian itu sebagai rintisan dari Presiden Joko Widodo saat menjabat sebagai gubernur di tahun 2012 lalu bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Presiden sangat butuh penghargaan dunia, sehingga harus dipaksakan para jubirnya mendompleng penghargaan pada Anies,” sindir Andi Arief.

Kepada pemerintah, mantan Jubir Presiden SBY itu meminta untuk bertindak dan berlaku sebagai pemimpin dunia. Dengan begitu dunia pasti akan memberi penghargaan.

“Kalau kerap gunakan UU ITE, mana mungkin bisa terjadi. Itu kelas lokal,” sindirnya yang belakangan ini mengomentari mengenai penangkapan aktivis oleh aparat atas dugaan pelanggaran UU ITE.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya