Berita

Tragedi penyerangan di Gereja Basilika Notre Dame, NIce, Prancis/Net

Dunia

Tersangka Kedua Dalam Penyerangan Gereja Nice Ditangkap, Diduga Terkait Kelompok Teroris Asal Tunisia

SABTU, 31 OKTOBER 2020 | 08:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyelidik Prancis telah menahan tersangka lain yang juga terlibat dalam serangan keji hari Kamis (29/10) di Basilika Notre Dame di kota Nice Riviera.

Dalam keterangannya, pejabat kehakiman mengatakan pria yang tidak disebutkan identitasnya itu berusia 47 tahun. Tersangka diyakini telah melakukan kontak dengan Ibrahim Issaoi pada malam sebelum kejadian.

Sementara itu, tersangka utama serangan Nice, Brahim Aioussaoi, terluka parah setelah ditembak oleh polisi. Pihak berwenang mengatakan kini dia sedang dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan, seperti dikutip dari AP, Sabtu (31/10).


Otoritas Prancis menyebut serangan itu sebagai 'terorisme Islam'. Saat ini baik jaksa di Prancis dan Tunisia sedang menyelidiki kasus tersebut.

Seorang jaksa pengganti di kantor kejaksaan anti-terorisme Tunisia, Mohsen Dali, mengatakan kepada The Associated Press bahwa klaim tanggung jawab datang dalam sebuah posting online yang mengatakan serangan itu dilakukan oleh sebuah kelompok bernama Al Mehdi dari Tunisia Selatan, yang sebelumnya tidak diketahui oleh pihak berwenang Tunisia.

Di Nice, empat tentara dengan senapan secara berkala berjalan melewati gereja pada hari Jumat (30/10) waktu setempat, ketika para pelayat meletakkan bunga, pesan, dan lilin di pintu masuk, menyilangkan diri dan berdoa dalam hati untuk ketiga korban.

Mereka termasuk Vincent Loques yang berusia 55 tahun, ayah dua anak yang merupakan sakristan gereja, yang bertanggung jawab atas benda-benda sucinya, menurut penyiar lokal France-Bleu. Yang lainnya adalah seorang ibu berusia 44 tahun dengan tiga anak dari Brasil, menurut Kementerian Luar Negeri Brasil.  

France-Bleu mengatakan namanya Simone dan dia pernah belajar memasak di Nice dan membantu komunitas miskin di daerah tersebut.

 Dalam sebuah wawancara yang disiarkan hari Jumat dengan TV Al-Arabiya milik Saudi, ibu penyerang mengatakan dia terkejut dengan kejadian tersebut.

 Dari provinsi Sfax Tunisia, sang ibu, dengan mata berlinang air mata, mengatakan dia terkejut mendengar putranya berada di Prancis ketika dia menelepon saat kedatangannya dan tidak tahu apa yang dia rencanakan.  

"Anda tidak tahu bahasa Prancis, Anda tidak tahu siapa pun di sana, Anda akan tinggal sendirian di sana, mengapa, mengapa Anda pergi ke sana?" dia bilang dia memberitahunya melalui telepon pada saat itu.

Saudaranya mengatakan kepada Al-Arabiya bahwa Issaoui telah memberi tahu keluarga bahwa dia akan tidur di depan gereja, dan mengirimi mereka foto yang menunjukkan dia sedang berada di katedral tempat serangan itu terjadi.  

"Dia tidak memberitahuku apa-apa," katanya.  

Seorang tetangga mengatakan dia mengenal penyerang yang disebutnya berprofesi sebagai mekanik dan memegang berbagai pekerjaan serabutan lainnya, dan tidak menunjukkan tanda-tanda radikalisasi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya