Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Orang Amerika Yang Lahir Di Yerusalem Sekarang Bisa Mencantumkan 'Israel' Sebagai Tempat Lahir Di Dokumen Resmi

JUMAT, 30 OKTOBER 2020 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Amerika Serikat yang lahir di Yerusalem kini bisa menamakan 'Israel' sebagai tempat kelahiran mereka di dokumen-dokumen penting termasuk paspor.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada Kamis (29/10) mengumumkan hal itu, menegaskan bahwa mereka bisa memilih nama itu.

"Berlaku segera, Departemen Luar Negeri akan mengizinkan warga AS yang lahir di Yerusalem untuk memilih untuk mendaftarkan tempat lahir mereka sebagai 'Israel'," kata Pompeo, seperti dikutip dari Just The News, Kamis (29/10).


Di bawah pedoman baru tentang paspor, warga AS yang lahir di Yerusalem dapat meminta 'Yerusalem' atau 'Israel' untuk dicantumkan sebagai tempat lahir mereka pada dokumen konsuler. Jika pelamar tidak merinci, dokumen mereka akan terus mencerminkan tempat lahir mereka sebagai 'Yerusalem', kata pernyataan itu.  

Kebijakan lama AS telah menyatakan bahwa status Yerusalem - kota suci bagi Yudaisme, Islam dan Kristen yang diperebutkan dengan sengit - harus diputuskan sebagai bagian dari negosiasi masa depan antara Israel dan Palestina.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam perang 1967, sebagai ibu kota negara yang merdeka, masa depan mereka. Sementara Israel memandang Kota Suci sebagai 'ibu kotanya yang tidak terbagi'.

Pompeo mengatakan pedoman paspor baru tidak boleh dilihat saat pemerintahan Trump mengambil posisi terkait nasib Yerusalem.

“Masalah ini masih tergantung pada negosiasi status akhir antara kedua pihak. Amerika Serikat tetap berkomitmen kuat untuk memfasilitasi perjanjian perdamaian yang langgeng,” katanya.

Dalam langkah yang membuat marah rakyat Palestina dan menuai kecaman internasional yang meluas, Presiden Donald Trump secara resmi mengakui ibu kota Israel sebagai Yerusalem pada tahun 2017, dan beberapa bulan kemudian, memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump baru-baru ini mengungkapkan sejumlah pencapaian kebijakan luar negeri yang dia harap akan sesuai dengan basis pemilih Kristen evangelisnya menjelang pemilihan minggu depan. Selain menjadi perantara perjanjian normalisasi antara Israel dan beberapa negara Arab, pemerintahannya pada Rabu mengakhiri pembatasan penggunaan dana pembayar pajak AS untuk proyek penelitian ilmiah yang dilakukan di permukiman Israel di Tepi Barat.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya