Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo/Net

Suluh

Siapa Yang Buat PDIP Tidak Nyaman, Menteri Dari Parpol Atau Profesional?

JUMAT, 30 OKTOBER 2020 | 11:42 WIB | OLEH: RUSLAN TAMBAK

PDI Perjuangan diduga tidak nyaman dengan adanya porsi lebih kepada pihak lain dibanding partai pimpinan Megwati Soekarnopuri dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal ini dipicu oleh pernyataan anggota DPR asal PDIP, Darmadi Durianto yang menyebuat ada kudeta merangkak di kabinet Jokowi.

Disebutkan, ada menteri yang tidak loyal dan bisa menggerogoti dari dalam.


Bahkan, lanjut Darmadi, menteri tersebut bisa menelikung dengan cara mengambil alih kekuasaan di tengah jalan. Kata dia, hati-hati kudeta merangkak.

Terbaru, anggota DPR yang juga dari PDIP, Adian Napitupulu langsung menunjuk hidung Menteri BUMN, Erick Thohir.

Adian mencermati peringatan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang melihat soliditas kabinet yang berpotensi terganggu oleh imajinasi menteri yang berambisi untuk maju di 2024.

Menurutnya, tidak sulit memeriksa rekam jejak ambisi Erick Thohir, misalnya terbentuknya relawan pendukung Erick Thohir, adanya deklarasi Erick for Presiden 2024, pembagian sembako dan beras dalam bungkus yang berisi tulisan terkait pencapresan Erick di 2024, termasuk juga promosi Erick di media sosial mudah didapatkan.

Tapi oleh beberapa kalangan, ketidaknyamanan PDIP juga dikarenakan adanya porsi lebih kepada parpol lain.

Ditambah, jumlah menteri PDIP yang ada di kabinet Jokowi-Maruf tidak banyak seperti yang diharapkan.

Lalu, kalau misalnya menteri "membendal" itu dari parpol, ini agak sulit tunjuk hidung secara langsung.

Karena selain PDIP, ada beberapa parpol koalisi yang juga dapat jatah menteri di kabinet.

Yaitu, Partai Golkar, PKB, Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan PPP.

Lalu siapa menteri yang menggerogoti dari dalam atau yang berambisi untuk maju di 2024?

Ya, bisa menteri dari partai politik, juga tidak menutup kemungkinan anggota kebinet dari kalangan profesional.

Tapi yang sudah pasti adalah, PDIP menginginkan Jokowi melakukan perombakan kabinet.

Soal dorongan reshuffle ini, gendangnya bisa dua.

Yaitu, mendepak menteri yang berambisi tadi, atau akan ada penambahan menteri bagi PDIP.

Pertanyaannya, apakah Jokowi mau? Jawabannya belum tentu.

Jokowi kelihatannya tidak mau tergantung kepada salah satu partai. Dia akan jadi penentu di pemerintahannya, termasuk penentu Pilpres 2024.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya