Berita

Aman, Iman dan Imun/Net

Kesehatan

Ajak Masyarakat Taat Protokol Covid-19, Puluhan Presenter TV Luncurkan Mars Iman-Aman-Imun

KAMIS, 29 OKTOBER 2020 | 11:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ajakan hidup sehat terhindar dari pandemi Covid-19 digaungkan puluhan presenter televisi nasional dengan membuat "Mars Aman Iman dan Imun".

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, para presenter televisi yang terlibat atau ikut menyanyikan Mars Aman, Iman dan Imun ada sebanyak 23 orang.

Ke-23 presenter tersebut bekerja pada hampir semua televisi swasta maupun BUMN yang bersiaran secara nasional di Indonesia. Diantaranya TVRI, Metro TV, TV One, Kompas TV, Net TV, Inews TV, CNN Indonesia, SCTV, Indosiar, Beritasatu TV, Jak TV, RTV dan MNC TV.


Para presenter tersebut bersatu padu menyanyikan lagu di studio siaran mereka masing-masing untuk kemudian dikolase dalam sebuah videoklip berdurasi 1 menit dan 13 detik.

Pembuatan Videoklip dari Mars Aman, Iman dan Imun ini disutradarai oleh Dody Isnaini, yang merupakan salah seorang anggota Grup Vocal Kahitna sekaligus pencipta lagu.

Dalam pertemuan virtual sekaligus peluncuran videoklip bersama Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dan para presenter, Rabu malam (28/10), Dody menjelaskan, lagu yang diciptakan atas permintaan Ketua Satgas tersebut tidak murni mars. Tetapi ada sedikit sentuhan pop agar mudah dinyanyikan masyarakat.

“Kalau mendengar lirik lagu 'tidur cukup itu pasti', terasa di situ sentuhan popnya. Jadi kalau boleh saya mengatakan ini mars pop.  Setelah lagu disetujui, saya melakukan rekruitmen terbuka lewat Instagram. Ada Friska, Kompas TV yang pertama respons Lalu muncul ide bagaimana kalo news anchor saja yang nyanyi,” tutur Dodi.

Alasan memilih news anchor sebagai penyanyi, Dody menjelaskan, karena mereka adalah bagian terdepan penyampaian informasi ke publik.

"Mereka sangat di kenal di samping artis. Artis nyanyi mungkin biasa, tetapi kalau presenter berita menyanyi jadi kejutan, menarik perhatian  sehingga masyarakat bisa merasa ikut dan terajak," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dody mengatakan waktu rekaman dan pembuatan video klip dari Mars tersebut dilakukan selama 5 hari. Karena, dia harus mendatangi satu per satu para presenter dengan membawa sendiri perlengkapan rekaman dan menerapkan protokol kesehatan agar benar-benar aman dan terhindar dari penularan Covid.

Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan para presenter dan pimpinan stasiun televisi dalam membantu pembuatan lagu mars ini.

“Apa yang dilakukan teman-teman presenter merupakan bagian bela negara. Yang namanya pahlawan bukan hanya mereka yang mengangkat senjata. Ketika sekarang kita sedang menghadapi ancaman covid-19, maka para dokter, petugas medis, dan juga presenter yang berjuang untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman covid-19 adalah juga pahlawan,” kata Doni.

Adapun salah satu presenter televisi yang menjadi penyanyi dari Metro TV, Widya, mengaku senang dan bangga bisa ikut terlibat dalam pembuatan lagu Mars Iman-Aman-Imun. Dia mengaku ada keseruan yang dirasakan ketika diminta untuk pengambilan suara dan video.

"Saya berharap apa yang kami lakukan bisa memberikan kontribusi kepada upaya besar kita untuk melawan penyebaran covid-19," ucap Widya.

Sebagai informasi, Aman, Iman dan Imun merupakan salah satu materi kampanye pencegahan penularan covid yang menggabungkan tiga wajib dalam satu rangkaian aktivitas masyarat.

Dalam situasi pandemi, publik diajak selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, menjalankan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.

Wajib ketiga adalan menjaga imunitas tubuh sehingga tidak gampang terserang penyakit. Hal ini bisa dilakukan dengan istirahat yang cukup serta makan makanan bergizi dan seimbang.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya