Berita

Direkrtur Eksekutif IPO, Dedi Kunria Syah/Net

Politik

Survei IPO, Di Periode Kedua Jokowi Dinilai Punya Kepemimpinan Tidak Baik

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 23:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei perihal kepuasan atas kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin dalam kurun waktu satu tahun ini.

Hasilnya, sebanyak 75 persen publik mempersepsikan terjadi penurunan terhadap kepemimpinan dwi tunggal tersebut.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyampaikan gaya kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin paling disoroti oleh publik, terutama kepemimpinan Jokowi yang kedua ini.

Salah satu indikasinya, Jokowi seolah-olah tidak melibatkan wapres dalam setiap kebijakannya

“Pak Jokowi dianggap memiliki karakter kepemimpinan yang tidak baik di periode kedua ini. Terutama adalah terlihat benar bahwa KH Maruf Amin seolah-olah banyak tidak terlibat di dalam kebijakan, termasuk dalam hal-hal yang sifatnya mengemuka ke publik. Jadi lebih banyak memperlihatkan one man show kira-kira begitu,” ucap Dedi dalam pemaparan hasil survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024, secara virtual, Rabu (28/10).

Hanya 49 persen publik mempersepsikan puas terhadap kinerja presiden dan wakil presiden, dan 51 persen menyatakan tidak puas.

“Itu pada ketokohan dari Presiden Jokowi," imbuhnya.

Dari sisi wapres, hanya 33 persen merasa puas, sisanya yakni 67 persen menyatakan tidak puas.

“Persepsi publik ini dipengaruhi dari faktor kepemimpinan, kemudian keberpihakan kepada masyarakat, kemudian berkaitan integritas atau ketepatan janji, kemudian koordinasi antarlembaga  dan empati dan aspiratif,” tandasnya.

Populer

Mantan Petinggi Polri: Banyak Kasus Penistaaan Agama Islam Tak Diproses di Era Jokowi

Selasa, 21 September 2021 | 05:52

Ribuan Tetangga Rocky Gerung Bertekad Geruduk Kediaman Prabowo Subianto

Minggu, 19 September 2021 | 08:31

Lieus Sungkharisma Nilai Tindakan Napoleon Bonaparte terhadap M Kece Tak Sejalan dengan Ideologi Pancasila

Rabu, 22 September 2021 | 02:22

Di Mata Ketua GNPF Ulama, Napoleon Bonaparte Adalah Manusia Pilihan Tuhan

Minggu, 19 September 2021 | 14:28

Satu Tentara Dikabarkan Tewas Lagi di Papua, Natalius Pigai Salahkan Kebijakan Jokowi

Selasa, 21 September 2021 | 14:33

Beda Sikap Usai Diperiksa KPK, Anies Baswedan Tenang sedangkan 2 Politisi PDIP Pilih Kabur dari Wartawan

Selasa, 21 September 2021 | 19:34

Gatot Nurmantyo Perlihatkan Indikasi PKI Telah Menyusup ke Tubuh TNI

Minggu, 26 September 2021 | 22:33

UPDATE

Peringatan Para Ahli: Akan Ada Lebih Banyak Pandemi, Kecuali Manusia Perbaiki Hubungan dengan Alam

Selasa, 28 September 2021 | 14:20

Masa Kampanye Tepat Bulan Ramadhan, PDIP Minta Pemerintah Kaji Usulan Pemilu 15 Mei

Selasa, 28 September 2021 | 14:14

Tak Persoalkan Usulan Pemerintah, Legislator PAN: Asal Pilkada dan Pemilu Tidak Beririsan

Selasa, 28 September 2021 | 14:11

Polisi Ringkus Pelaku Penembakan Ustaz di Pinang Tangerang

Selasa, 28 September 2021 | 14:08

Sukamta: G30S/PKI Perlu Jadi Refleksi Sejarah, Pembelajaran Agar Tak Terulang

Selasa, 28 September 2021 | 14:05

Diduga Risih Karena Terima Pengamanan Ekstra, PM Belanda Terlibat Bentrok Sengit dengan Pengawalnya

Selasa, 28 September 2021 | 14:02

Polisi Akan Umumkan Tersangka Baru Kebakaran Lapas Tangerang, Hari Ini

Selasa, 28 September 2021 | 13:54

Komisi I Tuntut Pangkostrad Beri Penjelasan Gamblang Soal Patung yang Hilang

Selasa, 28 September 2021 | 13:54

Genjot Vaksinasi Covid-19, Joe Biden Disuntik Booster di Depan Kamera

Selasa, 28 September 2021 | 13:45

Bocah Buka Jendela Citilink Langgar SE Kemenhub, Alvin Lie: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Selasa, 28 September 2021 | 13:44

Selengkapnya