Berita

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri/Repro

Politik

Kritik Demo Anarkis, Megawati: Enak Saja Halte-halte Dibakar, Emang Duit Lo?

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 22:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fenomena maraknya aksi demonstrasi beberapa waktu belakangan oleh beberapa elemen masyarakat turut membuat gerah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

"Kurang apa saya bilang pada mereka yang mau demo-demo, ngapain sih kamu demo-demo. Kalau tak cocok, pergi ke DPR. Di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat. Itu terbuka bagi aspirasi," kata Megawati saat berbicara secara daring dalam peresmian sejumlah kantor PDIP di daerah, Rabu (28/10).

Pada dasarnya, Presiden kelima RI ini menghormati adanya aksi penyampaian pendapat yang dilakukan turun ke jalan dalam bentuk demonstrasi. Hal merupakan wujud negara berdemokrasi.

Namun demikian, ia menyesalkan penyampaian aspirasi tersebut justru diwarnai dengan aksi perusakan fasilitas publik.

"Masya Allah, susah-susah bikin halte-halte Transjakarta, enak aja dibakar, emangnya duit lo? Ditangkap tak mau, gimana ya. Aku sih pikir lucu banget nih Republik Indonesia sekarang," tambahnya.

Di sela pidatonya, Mega sempat bertanya kepada Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat yang ada di sebelahnya. Kepada Mega, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan biaya pembangunan sebuah halte sekitar Rp 3 miliar.

Mengetahui itu, Megawati mengatakan biayanya saat ini kemungkinan lebih besar karena pengaruh inflasi.

"Kalau ibu-ibu, patokannya harga emas gitu. Mana mungkin lagi sekarang kalau mau dibenerin itu Rp 3 miliar cukup? Coba bayangkan. Itu rakyat siapa ya? Itu yang namanya anak-anak muda, saya ngomong gini itu dalam Sumpah Pemuda loh," tegas Megawati.

Populer

Kapalnya Berkeliaran Di Selat Sunda, China Paham Indonesia Tidak Bersungguh-sungguh Memilih Kedaulatan

Minggu, 17 Januari 2021 | 12:16

Beda Signifikan, Mantu Jokowi Habiskan Dana Kampanye Hingga Rp 15 Miliar, Lawannya Rp 1 Miliar

Senin, 18 Januari 2021 | 12:46

Jokowi Belum Tentu Disuntik Sinovac, Haris Rusly Moti: Masa Sih Begitu?

Kamis, 14 Januari 2021 | 01:17

Sujiwo Tejo Minta Mahfud MD Perintahkan Listyo Sigit Larang Istilah "Kadrun" Dan "Cebong"

Kamis, 21 Januari 2021 | 11:18

Peran Maruf Amin Di Pemerintahan Minim, Sinyal Indonesia Tidak Butuh Posisi Wapres

Jumat, 22 Januari 2021 | 05:11

Diperiksa Kasus Bansos Hingga Jam 10 Malam, Ini Yang Disampaikan Daning Saraswati

Selasa, 19 Januari 2021 | 23:19

Korupsi Paling Brutal Di Muka Bumi, Adhie Massardi Usul Juliari Dihukum Suntik Mati

Jumat, 22 Januari 2021 | 01:18

UPDATE

Rizal Ramli: Pemimpin Yang Kehilangan Kepercayaan Sulit Bawa Bangsanya Keluar Dari Krisis

Minggu, 24 Januari 2021 | 10:58

Langit Taiwan 'Digempur' Delapan Bomber Dan Empat Jet Tempur China

Minggu, 24 Januari 2021 | 10:54

Kemungkinan Jadi Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air, Masalah Auto-Throttle Sudah Banyak Terjadi

Minggu, 24 Januari 2021 | 10:35

Belum Sebulan Menjabat, Kabid Propam Polda NTB Langsung Gelar Operasi Gaktibplin

Minggu, 24 Januari 2021 | 10:25

Madam Bansos, Anak Pak Lurah, Dan Monyet Koruptor

Minggu, 24 Januari 2021 | 10:11

WHO Klarifikasi Pernyataan PM Boris Johnson, Varian Baru Virus Corona Belum Terbukti Lebih Mematikan

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:55

Hendri Satrio: Airlangga Punya Modal Besar Di 2024, Tapi Elektabilitasnya Ada Tidak?

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:51

Cara Sri Mulyani Kelola Uang Negara Membingungkan, Ada Silpa Rp 234 T Tapi Ngutang Rp 7 T

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:31

Tingkatkan Produktivitas Usaha Di Tengah Pandemi, Perempuan Tani HKTI Gelar Kompetisi

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:27

Airlangga Hartarto: Semakin Banyak Donor Plasma Konvalesen Semakin Cepat Herd Immunity Terbentuk

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:05

Selengkapnya