Berita

Ketua Organization Commitee Muktamar PPP, Amir Uskara/Net

Politik

Ketua OC Muktamar Bantah Jegal Hasrat Muqowam Jadi Caketum PPP

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 20:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kabar penjegalan yang dialami politisi PPP, Ahmad Muqowam untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibantah Panitia Penyelenggara Muktamar.

“Enggak ada kami jegal-jegal. Kami terbuka untuk siapa pun kader PPP yang memenuhi syarat AD/ART untuk maju sebagai kandidat caketum,” tegas Ketua OC Muktamar PPP, Amir Uskara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (28/10).

Tak hanya itu, Wakil Ketua PPP ini juga membantah pernyataan Muqowam yang mengaku tak pernah dilibatkan sebagai panitia penyelenggara Muktamar yang akan digelar akhir tahun ini.


Menurut Amir Uskara, tak semua kader PPP bisa menjadi panitia penyelenggaraan muktamar.

“Kan tidak semua kader jadi panitia, semua terbatas. Ada perwakilan juga dari majelis A’la. Ada semua perwakilan kok, kita enggak ada jegal-jegal,” katanya.

Ketua Fraksi PPP ini menambahkan, Ahmad Muqowam berhak mencalonkan diri sebagai caketum PPP lantaran telah masuk dalam struktur organisasi partai.

“Beliau kan pengurus juga ya, silakan kalau mau mencalonkan diri. Kami terbuka dengan siapa pun, asal memenuhi syarat,” tandasnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Ahmad Muqowam mengaku dipersulit untuk mencalonkan diri sebagai caketum partai berlambang Kabah tersebut. Hal tersebut makin mengherankan lantaran ia tak dilibatkan dalam susunan kepanitian. Padahal saat ini posisinya di PPP sebagai Majelis A'la.

"Saya ini katanya pengurus majelis A’la DPP PPP, semua anggota majelis A’la PPP itu menjadi penyelenggara, baik penasihat, steering, atau pun organization commitee. Sedangkan saya sama sekali tidak masuk. Jadi ruang itu ditutup habis untuk saya,” tegas Muqowam.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya