Berita

Karikatur yang dirilis oleh Charlie Hebdo yang menggambarkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Charlie Hebdo Rilis Karikatur Menghina Erdogan, Turki Mengamuk

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 18:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Majalah satir Prancis, Charlie Hebdo terus menuai kontroversi. Setelah membuat kartun Nabi Muhammad SAW yang memicu gelombang kecaman di seluruh dunia, majalah itu membuat karikatur Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan yang sangat vokal mengecam Charlie Hebdo dan pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjadi target.

Dimuat Yeni Safak, Charlie Hebdo menerbitkan karikatur yang menghina Erdogan pada Selasa (27/10). Setelah itu, jurubicara kepresidenan Turki, Fahrettin Altun langsung angkat bicara.


"Charlie Hebdo baru saja menerbitkan serangkaian yang disebut kartun yang penuh dengan gambar tercela yang konon adalah presiden kami. Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme budaya dan kebencian," kata Altun di Twitter.

"Apa yang disebut karikatur itu menjijikkan dan mereka sama sekali tidak memiliki rasa kesusilaan manusia yang nyata. Ini jelas merupakan produk dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia, dan intoleran yang tampaknya diinginkan oleh kepemimpinan Prancis untuk negara mereka," lanjut dia.

Altun menegaskan, Turki akan menentang setiap kekerasan dan tindakan terorisme, khususnya serangan terhadap budaya dan agama.

"Hasutan rasis, xenofobia, Islamofobia, dan anti-Semit tidak akan mampu memprovokasi kami untuk membalas dengan cara yang sama. Kami menolak untuk tunduk pada intimidasi dan provokasi Anda," tegasnya.

"Kami menyerukan kepada semua teman Eropa yang berakal sehat untuk melawan rasisme budaya primitif, kemandulan intelektual, dan wacana tidak beradab semacam ini," imbuhnya.

Selain Altun, jurubicara kepresidenan Turki lainnya, Ibrahim Kalin mengatakan bahwa menyerang hak individu bukanlah humor atau kebebasan berbicara.

"Tujuan dari publikasi ini, tanpa moralitas dan kesopanan, adalah untuk menabur benih kebencian dan permusuhan," tulisnya di Twitter.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya