Berita

Ganjar Pranowo berada di urutan teratas kandidat capres pada 2024 berdasarkan hasil survei IPO/Net

Politik

Survei Kandidat Capres 2024, IPO: Ganjar Dan Prabowo Masih Teratas

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 17:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Selain merilis hasil survei kinerja setahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, Indonesia Political Opinion (IPO) juga mengumumkan sosok yang pas untuk Capres 2024 mendatang berdasarkan hasil survei.

“Nah, ini kami juga menanyakan terkait juga konstelasi politik nasional. Siapa akan yang diusung di 2024, yang memiliki potensi terpilih atau diusung,” ucap Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, dalam pemaparan hasil survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024 secara virtual, Rabu (28/10).

Adapun nama yang paling menonjol sebagai bakal calon presiden 2024 mendatang adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemudian Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto yang mendapatkan 16,4 persen.


“Secara mengejutkan, pada posisi bulan Juli beliau (Ganjar) sudah di tiga besar, meningkat menjadi 17,9 persen. Kemudian meningkat ke posisi teratas, tapi posisi teratasnya ini tetap saja belum setinggi Pak Prabowo di bulan Juli. Pak Prabowo di bulan Juli itu mencapai 18 persen,” papar Dedi.

Di posisi berikutnya ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan perolehan 15,3 persen. Lalu Sandiaga Salahuddin Uno yang anteng di peringkat ke-empat dengan 8,8 persen. Di peringkat kelima ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan raihan 6 persen.

“Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono 5,7 persen, Tito Karnavian 4,2 persen,” imbuhnya.

Yang menarik, menurut Dedi, munculnya nama Tito Karnavian dalam kandidat capres.

“Ini menurut saya mengkhawatirkan. Karena beliau adalah satu-satunya menteri nonpartai politik yang punya fluktuasi elektabilitas dan popularitas,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya