Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Politik

Sumpah Pemuda Lahir Dari Para Pemuda Berjiwa Pendobrak

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 15:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak terjadi begitu saja. Karena telah melalui serangkaian proses panjang selama puluhan tahun.

Salah satu bibit proklamasi kemerdekaan adalah Kongres Pemuda II yang menjadi pemicu lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.  
Sumpah Pemuda 1928 yang menyatukan Indonesia karena saat itu masih terpecah adalah pondasi lahirnya sebuah negara kesatuan bernama Indonesia yang merdeka.

Dalam pandangan anggota DPD RI, Fahira Idris, jika saat itu para pemuda yang menjadi penggagas dan peserta Kongres Pemuda II tidak memiliki jiwa pendobrak, mustahil Sumpah Pemuda bisa tercetus.

Dalam pandangan anggota DPD RI, Fahira Idris, jika saat itu para pemuda yang menjadi penggagas dan peserta Kongres Pemuda II tidak memiliki jiwa pendobrak, mustahil Sumpah Pemuda bisa tercetus.

Di tengah cengkeraman kolonial Belanda, para pemuda pendobrak ini menempuh segala risiko untuk meletakkan pondasi lahirnya sebuah negara baru.

“Sumpah Pemuda itu adalah sebuah dobrakan yang cerdas dan brilian melawan kezaliman kekuasaan kolonial. Para pemuda saat itu sadar bahwa jalan menuju sebuah bangsa yang merdeka butuh waktu dan perjuangan yang panjang," ucap Fahira Idris melalui keterangannya, Rabu (28/10).

Dia menambahkan, "Oleh karena itu harus ada pondasi yang kuat dan Sumpah pemuda adalah pondasi itu. Hanya pemuda-pemuda berjiwa pendobrak lah yang memiliki pandangan visioner seperti ini.”

Menurut Fahira, jiwa pendobrak para pemuda pencetus Sumpah Pemuda menuai hasilnya puluhan tahun kemudian, yaitu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tidak hanya itu, Sumpah Pemuda 1928 menjadi titik balik utama perjalanan bangsa Indonesia hingga saat ini.  

Oleh karena itu, jika Indonesia di masa mendatang ingin meraih kembali momen kejayaan, dibutuhkan lebih banyak pemuda berjiwa pendobrak pada saat ini.

Para pemuda yang mau berkolaborasi memetakan berbagai persoalan dan tantangan negeri ini, memformulasikan solusi, dan mulai melakukan aksi-aksi meretas berbagai persoalan bangsa ini.  

Saat ini, lanjut Fahira, ancaman dan tantangan bangsa Indonesia bukan lagi penjajahan. Tetapi ketimpangan atau kesenjangan yang semakin lebar dan nyata, dan kesenjangan ini berkorelasi langsung dengan keadilan sosial.

“Bangsa sebesar dan sekuat apapun, jika keadilan sosialnya terganggu sangat rentan melahirkan berbagai konflik. Oleh karena itu, kita butuh daya pendobrak untuk meretas ancaman kesenjangan yang terus melebar ini, di mana pemuda bisa menjadi salah satu aktornya,” pungkas Fahira.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya