Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kerajaan Arab Beri Bantuan Rp 1,9 Miliar Untuk Keluarga Tenaga Medis Yang Meninggal Karena Terinfeksi Covid-19 Saat Bertugas

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 14:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Arab Saudi memberikan dukungan dan apresiasi yang tinggi terhadap peran para tenaga medis sebagai garis terdepan dalam penanganan wabah Covid-19.

Pemerintah Kerajaan pun akan memberikan santunan kepada keluarga tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 saat bertugas.

Dalam rapat kabinet bersama Raja Salman yang dilakukan secara virtual pada Rabu (28/10) diputuskan untuk memberikan bantuan tersebut dengan besaran nilai uang yang ditetapkan sebesar 500 ribu Riyal, atau sekitar Rp 1,9 miliar.


"Uang sejumlah 500 ribu Riyal akan disalurkan kepada keluarga yang ditinggalkan karena pandemi virus corona," demikian pernyataan Dewan Kementerian Kerajaan Arab Saudi dikutip dari Al-Arabiya.

Tidak disebutkan berapa banyak orang yang akan menerima bantuan itu tetapi pemerintah memastikan semua akan mendapat santunan.

"Mereka (tenaga kesehatan) yang bekerja di pemerintahan atau swasta, baik itu sipil maupun militer, warga Saudi maupun bukan, semua yang tercatat sejak infeksi pertama virus pada tanggal tujuh bulan tujuh 1441 Hijriyah," lanjut isi pernyataan.

Saat ini Arab Saudi memiliki jumlah kasus virus corona yang mulai menurun. Pada Selasa (27/10) angka kasus virus corona tercatat ada 399 kasus harian baru Covid-19 dan 16 kematian. Secara keseluruhan, Arab Saudi memiliki total 345.631 kasus terkonfirmasi  dan angka kematian mencapai 5.329.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya