Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Selama Periode 2016-2020 China Pertahankan Tingkat Swasembada Beras Dan Gandum Di Atas Seratus Persen

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan (MARA) China menyampaikan sejumlah pencapaian yang dibuat dalam pembangunan pertanian dan pedesaan selama periode Rencana Lima Tahun ke-13 (2016-2020) pada Senin (26/10).

Menurut MARA, China memiliki lebih dari 72,5 juta hektar lahan untuk produksi biji-bijian selama lima tahun terakhir, dan telah menjamin ketersediaan makanan bagi 1,4 miliar penduduk Tiongkok dengan aman.

"Produksi biji-bijian China telah melebihi 650 miliar kilogram selama enam tahun berturut-turut, dan tingkat swasembada beras dan gandum dipertahankan di atas 100 persen, dan jagung melampaui 95 persen," kata Liu Huanxin, wakil menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan, seperti dikutip dari CGTN, Selasa (27/10).


"Produksi daging, telur, susu, buah-buahan, sayuran dan teh di China telah memenuhi permintaan konsumsi masyarakat yang terus meningkat," tambahnya.

MARA juga mengatakan pendapatan petani China sebagian besar meningkat selama periode ini.

Menurut Liu, pendapatan per kapita penduduk pedesaan melebihi 16.000 yuan atau setara dengan 2.385 dolar AS pada tahun 2019, meningkat dua kali lipat dari tahun 2010 dan telah tumbuh pada tingkat yang lebih cepat daripada penduduk perkotaan selama 10 tahun berturut-turut.

"Dalam tiga kuartal pertama tahun 2020, pendapatan yang dapat dibuang per kapita penduduk pedesaan mencapai 12.297 yuan atau setara 1.833 dolar AS, meningkat 1,6 persen secara riil," kata Liu.

Sementara itu, otoritas China juga mencatat kebijakan pengurangan kemiskinan industri di negara itu telah membantu 98 persen keluarga berpenghasilan rendah di daerah miskin.

"Lebih dari satu juta proyek pengentasan kemiskinan industri telah dilaksanakan di daerah-daerah yang dilanda kemiskinan. Dan kami telah membangun lebih dari 300.000 basis pengentasan kemiskinan industri di seluruh negeri," kata Liu.

Pada konferensi pers yang diadakan Selasa (27/10) di Beijing, pejabat MARA mengatakan China akan tetap berpegang pada strategi revitalisasi pedesaan dalam Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025). Tujuannya untuk menjamin ketahanan pangan sekaligus meningkatkan upaya membangun pedesaan yang indah.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya