Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Ingatkan Jokowi, Firman Daeli: Jadi Persoalan Kalau Pembantu Presiden Punya Visi Misi Program Sendiri

RABU, 28 OKTOBER 2020 | 05:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu adanya pembantu Jokowi-Maruf Amin di pemerintahan yang mencoba melakukan manuver politik dengan mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompoknya mencuat.

Atas dasar itu, Presiden Joko Widodo juga diingatkan oleh kader PDI Perjuangan Darmadi Durianto untuk berhati-hati dan mendesak presiden segera melakukan reshuffle kabinet guna menyelamatkan pemerintahan.

Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Politik dan Keamanan (Puspolkam) Indonesia Firman Jaya Daeli mengatakan, jika ada pembantu Jokowi yang berusaha melakukan programnya sendiri-sendiri tanpa mementingkan program pemerintah akan menjadi persoalan.


“Memang menjadi persoalan ya kalau pembantu memiliki dan melancarkan visi misi program sendiri, itu menjadi persoalan serius,” ucap Firman dalam acara diskusi virtual yang digagas Kantor Berita Politik RMOL, Obrolan Bareng Bang Ruslan, bertajuk "Stabilitas Politik dan Keamanan untuk Kemakmuran", Selasa (27/10).

Namun, dia memandang Presiden Joko Widodo dalam periode pertama dan kedua ini telah memastikan dan mengingatkan para pembantunya untuk memiliki visi dan misi program yang digagas presiden dan wakil presiden.

“Staf dan pembantu adalah menjabarkan, membumikan visi misi program itu,” imbuhnya.

Ditambahkan Firman, jika di tengah jalan ada dinamika memiliki visi misi untuk kepentingan sendiri, maka presiden sebagai atasan perlu mengingatkan.

Sehingga, sinyal adanya perombakan kabinet dimungkinkan jika para pembantunya memiliki program sendiri yang tak sejalan dengan program pemerintah.

“Nah, saya kira, ini yang kadang-kadang sinyalemen Bang Ruslan ini, yang membuat misalnya, kebijakan pengabdian yang dilakukan pemerintah mengalami dinamika kegangguan,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya