Berita

Inisiator Relawan Pembangunan Indonesia (Rapindo) Ton Abdillah Has/Net

Politik

Dideklarasikan Besok, Repindo Siap Rajut Potensi Anak Bangsa

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 17:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gejolak politik Indonesia yang terus melanda membuat pemerintah harus berbagi konsentrasi dalam menjalankan agenda pembangunan dan menjaga stabilitas politik nasional.

Pada situasi terbaru misalnya, agenda pemerintah mendorong penyederhanaan hukum lewat omnibus law UU Cipta Kerja, ternyata mendapat perlawanan dari gerakan ekstra parlemen.

“Padahal, niat mulia Presiden Jokowi telah secara gamblang dikemukakan bahwa proses pembangunan memerlukan penyederhaan sistem hukum agar akselerasi pembangunan dapat diwujudkan,” ujar inisiator Relawan Pembangunan Indonesia (Repindo) Ton Abdillah Has kepada redaksi sesaat lalu, Selasa (27/10).


Menurutnya, gejolak dan keriuhan politik juga terjadi dalam banyak momentum. Sehingga, membangkitkan kekhawatiran akan optimalisasi agenda pembangunan akibat instabilitas politik yang terus terjadi.

“Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan kita semua, termasuk bagi kami sejumlah eksponen kaum muda bangsa dari beragam latar belakang organisasi, profesi, afiliasi politik, serta suku dan agama,” tegasnya.

Atas alasan itu, langkah strategis-taktis guna mengawal percepatan pembangunan yang menjadi konsen Presiden Jokowi mendesak untuk dilakukan.

Terlebih pada situasi pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga berakhir, di mana telah cukup menyedot konsentrasi semua elemen bangsa, termasuk utamanya tentu pemerintah, sehingga semakin mendesak hadirnya kesolidan dan kegotong-royongan segenap anak bangsa.

“Semangat tersebut coba kami turunkan menjadi energi pengorganisasian guna turut terlibat dalam upaya membantu pemerintah dan masyarakat, baik dalam agenda mewujudkan adanya stabilitas maupun terlibat dalam mengawal agenda-agenda pembangunan secara konseptual bahkan praksis lapangan,” tegas mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.

Pengorganisasian tersebut, sambungnya, direalisasikan dalam wujud organisasi relawan dalam mengawal pembangunan yang diberi nama Relawan Pembangunan Indonesia. Organisasi ini, kata Ton, akan dideklarasikan para Rabu siang (28/10) di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan.

Diharapkan Repindo dapat turut serta merajut potensi anak bangsa guna memajukan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ton mengurai bahwa tujuan Rapindo adalah melakukan gerakan dan kampanye agar dihentikannya keriuhan politik, kegaduhan publik serta aksi-aksi demonstrasi anarkis yang sangat merugikan bangsa dan menghambat agenda pembangunan untuk kemajuan NKRI.

“Kedua, mendorong tumbuhnya kesadaran politik masyarakat Indonesia akan diperlukannya kesolidan dan kegotongroyongan dalam menghadapi situasi sulit akibat pandemi dan kemerosotan ekonomi dunia, serta membantu pemerintah melanjutkan dan memaksimalkan pembangunan Indonesia,” sambungnya.

Selanjutnya, Repindo juga akan merajut potensi seluruh kawula muda bangsa guna menjadi akselerator pembangunan dan kemajuan Negara Kesatuan Indonesia.

“Memaksimalkan hadirnya momentum bonus demografi yang tidak datang dua kali, agar menjadi energi positif bagi upaya memajukan bangsa,” demikian Ton Abdillah Has.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya