Berita

Poster di Desa Thulasendrapuram/Net

Dunia

Desa Kelahiran Kamala Harris Di India Pasang Poster Raksasa Berisi Dukungan Dan Doa Jelang Pilpres AS 2020

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 17:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Desa Thulasendrapuram, India ikut bersuka-cita jelang pemilihan Presiden AS 2020 yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Mereka memasang sebuah spanduk raksasa di pintu masuk desa sebagai tanda dukungan untuk seseorang yang pernah lahir di sana, yaitu Kamala Harris.

Desa yang terletak sekitar 320 km (200 mil) selatan kota Chennai itu adalah tempat kakek dari pihak ibu Harris lahir lebih dari seabad yang lalu. Penduduknya bangga dengan apa yang telah dicapai oleh senator AS pertama keturunan Asia Selatan itu, dan banyak yang menyuarakan dukungan untuk kemenangan cawapres Partai Demokrat tersebut.

“Dari Thulasendrapuram ke Amerika,” kata salah satu dari hampir lusinan spanduk di mana Harris nampak tersenyum.


“Kami, rakyat Thulasendrapuram, mengharapkan keberhasilan pemilihan calon wakil presiden Amerika Kamala Harris, yang nenek moyangnya adalah penduduk asli Thulasendrapuram,” demikian isi doa dalam spanduk tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (27/10).

Kakek Harris PV Gopalan dan keluarganya bermigrasi ke Chennai hampir 90 tahun yang lalu, di mana dia pensiun sebagai pejabat tinggi pemerintah.

Harris, yang lahir dari seorang ibu India dan ayah Jamaika yang sama-sama berimigrasi ke Amerika Serikat untuk belajar, mengunjungi Thulasendrapuram ketika dia baru berusia lima tahun dan telah berulang kali mengingat perjalanan formatifnya dengan kakeknya di pantai Chennai.

Rumah masa kecil Gopalan di Thulasendrapuram sudah tidak ada lagi dan telah menjadi sebidang tanah kosong, kata penduduk desa. Kini tempat itu jadi tempat sapi dan kambing turun merumput.

Spanduk, dengan pesan tertulis dalam bahasa Tamil, dipasang atas arahan M. Gurunathan, ketua komite desa Thulasendrapuram yang mengawasi lebih dari 200 keluarga petani yang sebagian besar.

Salah satu spanduk di halte bus desa menampilkan Harris tersenyum dengan Gedung Putih di latar belakang.

“Kami sangat berharap dia menang,” kata Gurunathan, yang berencana untuk mengadakan doa khusus di kuil setempat pada hari pemilihan. “Desa ini mendapatkan ketenaran global karena dia. Dia adalah kebanggaan kita.”

Penduduk setempat dari daerah tetangga juga berhubungan dengan kuil untuk melakukan ritual ‘abhishekam’ - yang terkadang melibatkan prosesi menuangkan susu ke atas patung dewa Hindu - untuk berdoa bagi kemenangan Harris.

Nama Harris terlihat terpahat di atas batu yang mencantumkan sumbangan publik yang diberikannya ke kuil, bersama dengan nama kakeknya yang telah menyumbang puluhan tahun yang lalu.

“Bibinya memberikan sumbangan 5.000 rupee atau setara 67 dolar AS atas namanya setelah dia ditunjuk sebagai jaksa agung California,” kata juru kunci kuil, SV Ramanan.

“Tapi saya pikir dia tidak bangga dengan akar Hindu-nya, dia mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Kristen,” kata Ramanan.

“Meskipun dia telah terhubung kembali dengan koneksi India-nya di jalur kampanye, dia sebagian besar memainkan citranya sebagai orang Amerika.”

Harris secara luas digambarkan sebagai orang yang pergi ke gereja dan beriman Kristen, dan dibesarkan dalam sebuah rumah tangga yang toleran terhadap praktik agama Hindu dan Kristen.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya