Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade/Net

Politik

Andre Rosiade: DPR RI Pasti Dukung Kementerian BUMN Kembangkan Energi Baru Terbarukan

SELASA, 27 OKTOBER 2020 | 13:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong transformasi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk perkuat ketahanan energi nasional.

Hal itu berangkat dari kebutuhan bahwa dunia tengah menghadapi transformasi sistem energi. Dari energi fosil yang menghasilkan polusi udara menjadi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Maka dari itu, Kementerian BUMN terus melakukan transformasi di bidang ketahanan energi dengan mengembangkan electric vehicle (EV) battery bagi kendaraan listrik, sinergitas kilang dan pertrokimia, implementasi transisi yang jelas dan terpadu untuk peralihan dari sumber daya fosil dan energi terbarukan sesuai dengan potensi cadangan yang dimiliki dan kebutuhan energi ke depan.


Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mendukung upaya Erick Thohir menjalankan transformasi energi dan mengembangkan program EBT yang ingin diwujudkan Kementerian BUMN untuk ketahanan energi nasional.

“Kalau bisa BUMN-BUMN kita bisa bersatu keroyokan semuanya untuk membangun industri ini, apalagi sumber daya alamnya, sumber daya alam kita, tentu kami di Komisi VI sangat mendukung langkah-langkah ini,” ujar Andre kepada wartawan, Selasa (27/10).

Andre juga menyambut baik, langkah Erick Thohir untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional, dengan melibatkan berbagai sektor, terutama perusahaan-perusahaan BUMN yang berada dalam klaster energi dan minerba seperti PLN, Pertamina, MIND ID dan Bukit Asam.

“Saya rasa ini baik ya dan kita juga mendengar bahwa berbagai BUMN seperti Pertamina, MIND ID, PLN, serta Bukit Asam dilibatkan, saya rasa itu langkah yang tepat, semuanya terlibat dalam rencana besar ini, bagaimana kita bisa punya kemandirian energi, kita bisa mempunyai industri baterai,” ungkapnya.

Andre menambahkan, cadangan nikel di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, dengan kualitas yang terbaik, sehingga harus dapat dioptimalkan sebaik mungkin.

“Karena memang deposit nikel terbesar dunia ada di kita, lalu kualitas kita nikel luar biasa kenapa bukan perusahaan Indonesia yang mengembangkan, yang membesarkan industri battery ini, kenapa harus dari luar,” sesalnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya