Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Soal Isu Ada Kudeta Merangkak, Pengamat: Tidak Beralasan Dan Halusinatif

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 15:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bergulirnya isu kudeta merangkak diinternal kabinet Presiden Joko Widodo seperti dikhawatirkan oleh politisi PDI Perjuangan Darmadi Durianto masih terus menuai polemik.

Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid mengatakan, isu kudeta yang dilemparkan Darmadi Durianto tidak beralasan. Sebab, dengan kekuasaan Presiden Jokowi di periode keduanya sangat memahami peta dan kunci pemerintahan.

"Isu kudeta yang dilempar oleh politisi PDIP itu sangat tidak beralasan bahkan cenderung halusinatif," kata Abdul Hamid saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (26/10).


"Dengan kekekuasaan penuh dan jam terbang yang sudah mumpuni, mustahil ada kekuatan yang bisa mengkudeta Jokowi," sambungnya.

Abdul Hamid menilai, soal ada beberapa menteri yang dinilai bermanuver untuk kepentingan 2024 dinilai wajar dan sah saja. Namun, sangat berlebihan jika sampai melancarkan kudeta.

"Jokowi tidak bisa mencalonkan kembali. Dan manuver-manuver tersebut itu sangat berlebihan dan halusinatif sifatnya jika dianggap sebagai upaya kudeta," tuturnya.

Berdasarkan pengamatannya, pernyataan kudeta dari politisi PDIP itu bagian dari insinuasi karena mungkin PDIP merasa 'kebakaran jengkot' dengan temuan survei Indikator terkait meroketnya Gerindra, Prabowo Subianto dan lainnya.

"Jadi sekali lagi ingin saya katakan, orang yang bilang akan ada kudeta oleh orang sekitar Jokowi itu sebenarnya sedang berhalusinasi," tandasnya.

Sebelumnya, politikus PDIP Darmadi Durianto mengingatkan Presiden Jokowi agar mewaspadai para pembantunya di kabinet. Menurutnya, Jokowi harus hati-hati terhadap pemerintahannya karena ada kudeta merangkak. 

"Sudah harus siapkan nama-nama pengganti menteri yang dianggap tidak loyal. Lebih baik diganti ketimbang menggerogoti dari dalam, bahkan bisa menelikung dengan cara mengambil alih kekuasaan di tengah jalan. Hati-hati kudeta merangkak. Ingat sejarah," kata Darmadi Durianto, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (24/10).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya