Berita

Politisi PDIP, Hendrawan Supratikno/Net

Politik

Isu Kudeta Merangkak, Hendrawan Supratikno: Pengingat Terhadap Fatsun Dan Etika Politik Presidensial

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 14:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peringatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait manuver menteri yang disinyalir tidak sejalan dengan visi misi presiden tak lebih sebagai fatsun dan etika politik dalam sistem presidensial.

"Itu adalah pengingat kita terhadap fatsun dan etika politik dalam sistem presidensial. Menteri adalah pembantu presiden yang bekerja untuk mewujudkan visi misi presiden, bukan agenda pribadi untuk kontestasi 2024,” tegas politisi PDIP, Hendrawan Supratikno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (26/10).

Menurutnya, para menteri Jokowi perlu memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya sebagai pembantu presiden, meski jabatan tersebut tampak menggiurkan untuk memenuhi kepentingan pribadi maupun kelompok.


“Di satu sisi, jabatan menteri adalah jabatan dengan panggung terbuka dan strategis untuk meniti ambisi masa depan, tapi di sisi lain ada kerangka sistem yang harus dipatuhi,” katanya.

“Jadi rata-rata orang bermain dengan diam-diam. Kita hanya mencium gelagat dari orang-orang tersebut,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pernyataan politisi PDIP Darmadi Durianto perihal kudeta yang merangkak dalam pemerintahan Jokowi, ia mengamini bahwa ada ketidaksadaran sejumlah pihak terhadap sesuatu, namun hal itu justru bertentangan, dalam hal ini terhadap kebijakan kepala negara.

“Dalam jangka pendek mungkin yang terjadi baru ambivalensi loyalitas. Kesuksesan diklaim sebagai prestasi pribadi, sedangkan kelemahan dieksternalisasi sebagai kegagalan tim,” tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya