Berita

Eva Kusuma Sundari/Net

Politik

PDIP Heran Ada Warga Di Daerah Tertentu Selalu Nilai Negatif Pemerintahan Jokowi

SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 05:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kualitas demokrasi mengalami penurunan di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya adalah suku Minangkabau dan Sunda.

Ini salah satu hal yang tampak dari survei secara nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.

Hal ini dipertanyakan politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, yang diundang secara virtual sebagai salah seorang pembicara untuk memberikan respon atas hasil survei itu dalam diskusi bertajuk “Politik dan Pilkada Era Pandemi” hari Minggu (25/10).


Dia mempertanyakan, mengapa masyarakat di dua wilayah tersebut umumnya memberikan pandangan yang berbeda dengan pemerintah.

“Kenapa daerah-daerah yang demografi tadi (mayoritas Minangkabau dan Sunda) kok utamanya konsisten ya. Minang kemudian Sunda itu terus menerus konsisten. Sebelum Pilpres, saat pandemi juga. Pokoknya negatif (pada pemerintahan Jokowi),” ujar Eva.

Menurut Eva, hal ini ada kaitannya dengan ekspresi kebebasan beragama yang dilakukan oleh kelompok bukan-negara (non-state).

“Maaf, zamannya Pak SBY, itu kan pelakunya didominiasi oleh state dan seterusnya. Karena itu, menurut saya faktor ini juga penting,” kata Eva lagi.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, yang meluncurkan hasil survei itu mengatakan, dari data yang dikumpulkan di bulan September 2020 terlihat kecenderungan penurunan demokrasi  dibandingkan dengan bulan Februari 2020 lalu.

Di bulan Februari lalu, menurut Burhanuddin, sebanyak 72,9 persen responden menganggap demokrasi sebagai sistem terbaik. Angka ini mengalami penurunan menjadi 62,4 persen di bulan September.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya