Berita

Presiden Polandia, Andrzej Duda yang dinyatakan positif Covid-19/Net

Dunia

Negara Dilanda Protes Anti-Pembatasan Sosial, Presiden Polandia Positif Covid-19

MINGGU, 25 OKTOBER 2020 | 08:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Satu lagi pemimpin dunia terpapar virus corona baru. Presiden Polandia, Andrzej Duda telah dinyatakan positif Covid-19.

Dalam pengumuman yang ia sampaikan sendiri melalui siaran televisi pada Sabtu (24/10), Duda mengatakan permintaan maafnya karena harus melakukan karantina sehingga bekerja jarak jauh.

Meski begitu, ia bersikeras merasa baik karena tidak mengalami gejala dan tidak memiliki penyakit bawaan yang dapat memperburuk kondisi pasien Covid-19.


"Saya tidak mengalami gejala apapun, apalagi rasa atau penciuman saya kurang, saya merasa baik," kata Duda, seperti dikutip Reuters.

Pria 48 tahun itu mengungkap bahwa dirinya terkejut ketika dinyatakan positif Covid-19.

"Percayalah, saya tidak memiliki gejala. Jika saya tahu saya terkena virus corona semua pertemuan akan dibatalkan," katanya sembari mengatakan ia sempat melakukan kunjungan ke Stadion Warsawa yang saat ini dialihfungsikan sebagai rumah sakit lapangan.

Pengumuman terinfeksinya Duda terjadi di tengah unjuk rasa sebagai protes atas pembatasan sosial ketat yang diberlakukan oleh pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Pada Sabtu, polisi menggunakan gas air mata mencoba membubarkan ribuan orang yang turun ke jalan-jalan di Warsawa dan Gdansk sejak Jumat (23/10).

Tanpa mengenakan masker atau mematuhi aturan jarak sosial, para pengunjuk rasa meminta agar pembatasan tidak diberlakukan.

"Mari kita bekerja, dan biarkan kita memutuskan sendiri," seru para pengunjuk rasa.

Pada Sabtu, Polandia melaporkan 13.628 kasus baru Covid-19, sehingga totalnya menjadi 241.946 dengan 4.351 kematian.

Duda menjadi satu di antara pemimpin dunia yang telah terinfeksi virus corona. Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah didiagnosa penyakit yang sama.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya