Berita

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu/RMOLSumut

Politik

Yakin Menang Di Pilkada Medan, Gerindra Sumut: Elektabilitas Akhyar Hanya 31 Persen

MINGGU, 25 OKTOBER 2020 | 04:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menghadapi kontestasi Pilkada Medan 2020, DPD Gerindra Sumatera Utara punya keyakinan besar pasangan calon Bobby Nasution-Aulia Rachman akan menang.

Sebab, berdasarkan survei terbaru, elektabilitas Bobby-Aulia sudah berada di angka 68,7%. Unggul jauh dari rivalnya, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

"Gambaran survei terakhir yang dilakukan pada 9 sampai 21 Oktober, itu Bobby-Aulia sudah di angka 68,78 persen. Lalu Pak Akhyar itu di sekitar 31 persen. Jadi ini satu gambaran dan saya kira ini penting untuk terus di Gerindra untuk kami kawal," ujar Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, di Medan pada Jumat malam (23/10).


Dia menambahkan, survei itu dilakukan oleh lembaga yang kredibel. Dia menyebut ada 624 orang responden yang terlibat dalam survei tersebut dengan margin of error kurang lebih 4 persen.

Gus juga menyebut tingkat keyakinan warga Medan terhadap Akhyar untuk kembali memimpin Medan sangat rendah. Menurutnya, hanya 26% responden yang menyatakan Akhyar layak untuk dipilih lagi.

"Tingkat kepuasan masih rendah lalu pada saat pertanyaan survei apakah petahana masih layak lagi untuk memimpin Kota Medan berikutnya yang mengatakan layak juga rendah 26 persen," ucap Gus Irawan, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pemkot Medan, menurut Gus, menjadi pertanda warga memang ingin pembaruan. Hal ini, tergambar dari survei-survei yang sudah dilakukan Gerindra jauh sebelum Pilkada.

"Masyarakat Medan butuh sosok memimpin baru yang pembaharu untuk membuat Medan lebih baik," ucap Gus Irawan.

Dia mengaku makin optimis Bobby-Aulia menang, karena tren elektabilitas yang terus meningkat dari tiga kali survei yang telah dilakukan. Gerindra pun bakal all out memenangkan Bobby.

"Banyak faktor yang bisa kemudian untuk mengubah itu sehingga kami harus terus berupaya untuk komunikasi-komunikasi politik yang dilakukan paslon kami, tadi ada analisis dari pakar begitu," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya