Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Soal Bangun Aliansi Militer Dengan China, Vladimir Putin: Sangat Mungkin

JUMAT, 23 OKTOBER 2020 | 14:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Vladimir Putin mengamini gagasan untuk membangun aliansi militer antara Rusia dan China, meski hal tersebut belum dapat dilakukan saat ini.

Berbicara dalam konferensi video pada Kamis (22/10), Putin mengatakan pembangunan aliansi seperti itu tidak menjadi pertimbangan saat ini, namun juga tidak dapat dikesampingkan.

"Kami selalu berasumsi bahwa hubungan kami telah mencapai tingkat interaksi dan kepercayaan yang pada umumnya kami tidak membutuhkannya, tetapi secara teori, sangat mungkin membayangkan (aliansi militer) ini," kata Putin, seperti dikutip Anadolu Agency.


"Bagaimana itu akan berkembang lebih jauh, kehidupan akan menunjukkan. Kami tidak menetapkan tugas seperti itu untuk diri kami sendiri sekarang, tetapi pada prinsipnya, kami tidak akan mengesampingkannya. Kami akan lihat," lanjutnya.

Beralih ke kemungkinan bergabungnya China dalam Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) antara Rusia dan AS, Putin mengatakan Rusia mendukung gagasan itu. Meski begitu, ia menyerahkan kendali pada Washington sebagai penggagas.

Putin juga mencatat bahwa pakta tersebut menyarankan untuk membekukan pertumbuhan persenjataan nuklir dalam batas-batas yang ditentukan, tetapi saat ini, kemampuan China jauh lebih kecil dari batas tersebut dan hanya dapat "membekukan ketidaksetaraan."

Dia juga menekankan bahwa tidak hanya China yang harus menandatangani perjanjian tetapi juga negara-negara nuklir lainnya, termasuk yang tidak memiliki status resmi tenaga nuklir.

Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis pertama, START I, ditandatangani pada 1991 antara AS dan Uni Soviet, berlaku pada 1994.

Perjanjian New START, yang ditandatangani pada 2010 oleh mantan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, menetapkan batas tidak lebih dari 1.550 hulu ledak yang dikerahkan dan 700 rudal, termasuk inspeksi untuk memverifikasi kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya