Berita

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Maruf Amin menghadiri Sidang Tahunan MPR 2020/Net

Suluh

Potret Survei Setahun Jokowi-Maruf Sejalan Dengan Permintaan Relawan

KAMIS, 22 OKTOBER 2020 | 10:14 WIB | OLEH: RUSLAN TAMBAK

Pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Maruf Amin genap berusia satu tahun, 20 Oktober 2020.

Litbang Kompas merilis survei terbaru setahun Jokowi-Maruf.

Rilis ini memotret kinerja pemerintahan di bidang perekonomian, politik dan keamanan, penegakan hukum, kesejahteraan sosial, serta kesehatan (pandemi Covid-19).


Hasilnya, lebih banyak responden yang tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Maruf dalam setahun ini.

Rinciannya: sangat puas (5,5 persen), puas (39,7 persen), tidak puas (46,3 persen), sangat tidak puas (6,2 persen), dan tidak tahu (2,3 persen).

Jika dikelompokkan, berarti hanya 45,2 persen responden yang puas, sementara sebanyak 52,5 persen tidak puas.

Survei Litbang Kompas dilakukan pada 14-16 Oktober 2020 terhadap 529 responden di 80 kota/kabupaten di 34 provinsi. Jumlah responden ditentukan secara proporsional dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,3 persen.

Sejalan dengan survei tersebut, kelompok relawan Jokowi yang tergabung dalam Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) menilai satu tahun pemerintahan Jokowi-Maruf dianggap buruk.

Baranusa mencatat enam poin keburukan kabinet Jokowi-Maruf.

Yaitu, utang terus meningkat namun perekonomian tidak membaik; gagal dalam menangani pandemi Covid-19; pemerintah dinilai tidak demokratis dan tidak persuasif meredam protes kebijkaan dari rakyat.

Selanjutnya, BUMN merugi serta tidak mampu memberikan efek positif terhadap pemasukan keuangan negara; persoalan agraria dimana penggusuran terjadi di beberapa daerah dengan merampas tanah rakyat; dan intoleransi terhadap umat beragama juga meningkat.

Untuk itu, agar Jokowi tidak kerja sendiri, Baranusa mendesak kepala negara melakukan evaluasi, melakukan reshuffle kabinet, serta pembenahan sistem kinerja.

Sama dengan Baranusa, Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) juga menilai, mungkin diperlukan evaluasi terhadap menteri-menteri yang tidak optimal dalam bekerja.

Pergantian menteri bukanlah sesuatu yang buruk, dan bukan sebuah kegagalan. Namun lebih kepada karena kebutuhan dalam mencapai tujuan organisasi, terutama dalam menghadapi Covid-19.

Presiden memerlukan menteri atau tim kerja yang bisa dan harus bekerja luar biasa, kreatif dan mampu beradaptasi dengan situasi yang tidak biasa. Sehingga keberadaan menteri itu benar-benar memberikan andil, dan bukan menjadi beban pemerintahan.

Para menteri bersama Presiden harus sepenuhnya memikirkan nasib rakyat, apalagi menghadapi kondisi sangat sulit sekarang sekarang ini.

Soal siapa menteri yang akan dievaluasi, pasti sudah ada di tangan Presiden, termasuk siapa nanti yang menggantikan.

Karena, sama dengan keyakinan responden di survei, pemerintah dianggap dapat menyelesaikan persoalan bangsa yang ada saat ini.

Semuanya harus mendukung dan optimisme bahwa negara ini tetap dan terus berjalan pada arah yang tepat, dan bekerja untuk kepentingan rakyat banyak.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya