Berita

Lansia di atas 50 tahun menjadi kelompok berisiko terinfeksi Covid-19/Net

Kesehatan

Jangan Tunda Deteksi Dini Covid-19 Pada Lansia !

RABU, 21 OKTOBER 2020 | 14:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lansia berusia di atas 50 tahun termasuk ke dalam kelompok berisiko terinfeksi Covid-19 dengan gejala yang parah. Bahkan kondisi tersebut bisa menjadi lebih buruk jika mereka memiliki penyakit komorbid atau penyerta.

Penularan virus corona pada lansia sendiri banyak terjadi dalam klaster keluarga. Sehingga anggota keluarga harus memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi untuk mencegah penularan tersebut.

"Pertama, kita harus memastikan diri kita aman. Mungkin di usia 20 sampai 50 tahun bisa tanpa gejala. Tapi ketika di atas 50 tahun, itu angka positif dan meninggal lebih tinggi," terang Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama dalam diskusi virtual Bincang Sehat bertajuk "Strategi Jitu Cegah Klaster Keluarga Di Tengah Pandemi Covid-19" yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Rabu (21/10).


Dalam pencegahan, dr. Ngabila mengatakan, anggota keluarga yang aktif berada di luar rumah harus memiliki kesadaran dengan menjaga kebersihan dan melakukan jaga jarak dengan para lansia.

"Jadi kalau ada kerabat atau keluarga yang ingin silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Kalaupun silaturahmi (tatap muka) harus jaga protokol kesehatan," imbau dr. Ngabila.

Selain pencegahan, dr. Ngabila juga menggarisbawahi pentingnya deteksi dini pada lansia.

"Ketika para lansia punya keluhan, entah itu pegal-pegal, mencret, atau paling khas Covid itu pilek, rasa pengecap terganggu, demam, batuk, sakit tenggorokan, itu langsung periksakan diri," lanjutnya.

Ketika menghadapi situasi tersebut, ia mengingatkan, anggota keluarga harus lebih cekatan untuk melakukan deteksi dini. Pasalnya, para lansia sangat mungkin mengalami delayed diagnosis atau keterlambatan diagnosa yang membuat akhirnya sulit tertolong.

"Jadi di Covid, time is golden period. Jangan menunda," tegasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya