Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Alaska Diguncang Gempa 7,5 Skala Richter Diikuti Tsunami Kecil, Penduduk Dievakuasi Ke Tempat Tinggi

SELASA, 20 OKTOBER 2020 | 08:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penduduk Alaska dikagetkan dengan guncangan gempa berkekuatan 7,5 skala Richter yang terjadi di lepas pantai Alaska yang memicu gelombang tsunami kecil pada Senin (19/10) waktu setempat.

kata badan-badan AS, tetapi tidak ada laporan langsung tentang korban atau kerusakan.

Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional mengatakan bahwa penduduk telah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi karena peringatan tsunami menutupi sebagian besar pantai selatan negara bagian AS yang terpencil, termasuk Semenanjung Alaska yang berpenduduk sedikit. Sejauh ini tidak dilaporkan ada korban jiwa atau kerusakan dalam kejadian tersebut.


Gelombang setinggi dua kaki terekam di kota kecil Sand Point yang terletak sekitar 100 kilometer dari pusat gempa yang melanda di kedalaman 25 mil (40 km).

Zona berisiko diperpanjang ratusan mil timur laut ke pintu masuk Cook Inlet. Tapi itu berhenti di dekat kota Anchorage, kotra terbesar di negara bagian itu, yang terletak sekitar seribu kilometer dari pusat gempa.

“Gempa itu sendiri dirasakan di komunitas dekat Semenanjung Alaska di Raja Cove, tetapi semuanya tampak utuh,” kata administrator kota Gary Hennigh kepada Anchorage Daily News, seperti dikutip dari AFP, Selasa (20/10).

Sementara itu Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan bahwa ada kemungkinan kecil korban dan kerusakan dari gempa itu sendiri. Gempa besar tersebut diikuti oleh setidaknya lima gempa susulan berkekuatan 5,0 SR atau lebih tinggi.

Gempa Senin terjadi hampir tiga bulan setelah gempa berkekuatan 7,8 skala Richter melanda wilayah terdekat. Alaska sendiri adalah bagian dari Cincin Api Pasifik yang aktif secara seismik.

Negara bagian AS itu pernah dilanda gempa berkekuatan 9,2 pada Maret 1964, gempa terkuat yang pernah tercatat di Amerika Utara. Itu menghancurkan Anchorage dan menimbulkan tsunami yang menghantam Teluk Alaska, pantai barat AS, dan Hawaii.

Saat itu tercatat ada lebih dari 250 orang tewas akibat gempa dan tsunami.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya