Berita

Wiku Adisasmito/Net

Kesehatan

Satgas Covid-19: Vaksin Akan Diberikan Kepada Orang Sehat Yang Beresiko Tertular

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 20:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksin Covid-19 yang direncanakan beredar pada tahun depan akan diberikan terlebih dahulu kepada masyarakat yang sehat tapi memiliki resiko penularan yang tinggi.

Begitulah yang diungkapkan Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual yang disiarkan Youtube BNPB, Senin (19/10).

"Jadi pada prinsipnya vakinasi diberikan ke orang-orang sehat untuk melindungi dirinya. Siapa yang diberikan? Mereka yang beresiko tertular (Covid-19)," ujar Wiku.


Khusus untuk masyarakat yang tidak sehat dan tertular Covid-19, Wiku menjelaskan. pemerintah belum bisa memastikan apakah vaskin bisa diberikan kepada mereka atau tidak.

"Tentang bagiamana selanjutnya (pemberian vaksin kepada orang yang sakit dan terpapar)? Nanti kita lihat hasil uji klinisnya," sambungnya.

Saat ini, lanjut Wiku, kandidat vaksin yang akan diproduksi dan digunakan di Indonesia, yaitu dari Sinovac, China, masih dalam fase uji klinis tahap III.

Sebelum proses penyuntikan kepada masyarakat, vaskin dari Sinovac itu dipastikan harus lolos uji klinis tahap ketiga, guna memastikan tingkat keamanan penggunaannya bagi masyarakat.

Karena secara harfiah, Wiku mendefinisikan vaskin adalah suatu produk biologi yang berasal dari gen penyakit, baik itu virus, bakteri atau jenis lainnya, yang mampu membentuk sistem kekebalan buatan (imunitas) di dalam tubuh seseorang.

"Ini (vaksin Covid-19) akan siap pada saat semua rencananya sudah siap, dan dipastikan semua vaksin yang ada sudah lolos uji klinis lengkap. Uji klinis satu, uji klinis dua dan uji klinis tiga. Dan hasilnya aman dan efektif," demikian Wiku Adisasmito.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya