Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Trump: AS Punya Rudal Super-Duper Yang Membuat Iri Rusia, China Dan Korea Utara

SENIN, 19 OKTOBER 2020 | 08:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim bahwa dirinya telah membangun suatu sistem persenjataan paling mutakhir yang pernah dimiliki oleh negara itu.

Berbicara dalam acara kampanyenya di Wisconsin beberapa waktu lalu, Trump mengatakan kepemimpinannya sejak 2016 membuat militer AS "benar-benar habis".

Trump mengatakan, AS saat ini memiliki senjata terbesar yang pernah diproduksi oleh satu negara, termasuk rudal hipersonik yang ia sebut sebagai "Rudal Super-Duper".


"Ketika saya mengambil alih, militer kita, dan Anda tahu itu, itu benar-benar habis. Kita sekarang memiliki yang terhebat, kami membuat iri Rusia, dan China, dan Korea Utara, dan setiap negara di dunia. Tidak ada orang yang memiliki apa pun (yang menyamai) persenjataan kita," kata Trump, seperti dikutip Sputnik, Senin (19/10).

Klaim yang sama juga diungkap oleh Trump saat melakukan kampanye di Florida pada awal Oktober.

"Kita tidak memilikinya karena negara lain mencuri rencana kita dari pemerintahan (Barak) Obama," ujar Trump, merujuk alasan sistem persenjataan AS sebelum pemerintahannya belum cukup baik.

Pernyataan Trump tersebut muncul ketika China dan Rusia saat ini tengah memamerkan teknologi hipersoniknya.

Pada Mei, Trump mengatakan, AS sudah memiliki Rudal Super-Duper yang 17 kali lebih cepat daripada milik China maupun Rusia.

Selain itu, dalam sebuah kutipan buku Bob Woodward, Rage yang diresmikan oleh The Washington Post pada Septemper, Trump disebut membual mengenai senjata nuklir baru AS.

"Saya telah membangun nuklir, sistem persenjataan yang belum pernah dimiliki siapa pun di negara ini sebelumnya. Kami memiliki hal-hal yang belum pernah Anda lihat atau dengar. Kami memiliki hal-hal yang belum pernah didengar Putin dan Xi sebelumnya. Yang kami miliki adalah luar biasa," ujar Trump yang dikutip oleh buku itu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya