Berita

Presiden Iran, Hassan Rouhani/Net

Dunia

Dianggap Bertanggung Jawab Atas Krisis Di Iran, Presiden Hassan Rouhani Dapat Mosi Tidak Percaya

MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 12:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Krisis ekonomi yang diperparah dengan pandemi Covid-19 memicu krisis politik baru di Iran. Sebuah proposal diajukan ke parlemen untuk memulai penyelidikan pemecatan terhadap Presiden Hassan Rouhani.

Proposal tersebut diajukan oleh Kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, Mojtaba Zonnour, seperti dikutip Anadolul Agency.

Zonnour mengajukan permintaan dengan mengklaim Rouhani bertanggung jawab atas berbagai masalah di Iran. Ia juga meminta dilakukan penyelidikan agar Rouhani dapat dipecat dari jabatannya.


"Saya meminta perwakilan lain untuk menandatangani dokumen untuk mengakhiri kekacauan di negara ini dengan memecat presiden yang terhormat,” kata Zonnour.

Menurut pernyataan Zonnour, saat ini sebanyak 44 dari 290 perwakilan sudah menandatangani dokumen itu, namun 11 di antaranya menarik dukungannya.

Sementara itu, berdasarkan Pasal 89 Konsitusi, untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap presiden, pemecatan harus diterima oleh setidaknya sepertiga anggota parlemen.

Konservatif, yang merupakan mayoritas di parlemen, menyalahkan pemerintah Rouhani karena tidak memadai dalam pemerintahan.

Rouhani, yang masa jabatannya berakhir tahun depan, telah berjuang untuk menangani masalah ekonomi domestik, dengan berita lonjakan virus corona, meningkatnya inflasi dan mata uang yang jatuh.

Di sisi lain, pemerintahan Rouhani juga mendapatkan tekanan yang hebat dari pemberlakukan sanksi Amerika Serikat (AS), termasuk di tengah perjuangan melawan virus corona.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya