Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Tanggapan Ridwan Kamil Soal Usulan Penggantian Nama Jawa Barat Dinilai Dangkal

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 08:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang menanggapi wacana penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda dinilai sangat dangkal dan kerdil.

Pasalnya nama Sunda telah mendunia dan orang luar negeri mengenalnya dengan sebutan Sundanese.

Demikian dikatakan Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB, yang merupakan inisiator pengganti nama Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, melalui Patih Agung LAK Galuh Pakuan, Abah Renggo, Rabu (14/10).


Menurutnya, pendapat Gubernur Ridwan Kamil yang menyebut Sunda merupakan lempengan kecil dan geografis wilayah tersebut, salah besar.

"Saya anggap apa yang disampaikan Pak Gubernur Ridwan Kamil itu bukan sebuah solusi bagi para sesepuh Sunda di Jawa Barat yang mengusulkan pergantian nama Provinsi Jawa Barat. Tetapi sebagai upaya pengerdilan, dan tidak sepatutnya disampaikan," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Yang perlu diketahui Ridwan Kamil, kata dia, Sunda merupakan suatu bangsa yang memiliki bahasa, budaya, dan geografis dalam wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

"Seharusnya Pak Gubernur tahu dan paham, nama Sunda itu adalah suatu bangsa, jelas bahasanya Sunda, budayanya budaya Sunda, dan geografisnya jelas dalam peta dunia. Apakah Pak Gubernur lupa akan itu?" tegasnya.

Terkait dengan pernyataan Ridwan Kamil mengenai geografis Sunda yang terbagi tiga bagian, yakni kesundaan Cirebon, Sunda Priangan, dan Sunda melayu, berpotensi akan mengecilkan Provinsi Jawa Barat, dan pernyataan tersebut sangat salah besar.

Menurutnya, yang perlu dilakukan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat saat ini adalah melakukan pergantian nama, kemudian dibesarkan. Dengan begitu nama Sunda akan kembali besar, seperti dalam sejarah sebelumnya.

"Keinginan sesepuh Sunda di Jawa Barat, untuk menggantikan nama Sunda sebagai pengganti provinsi Jabar, agar Sunda tidak hilang, dan Sunda bisa kembali besar," jelasnya.

Adapun mengani kekhawatiran Ridwan Kamil yang menilai akan bermunculan isu pemekaran provinsi seperti Ciayumajakuning yang sebelumnya muncul, menurutnya, hal tersebut adalah persoalan lain, dan beda mekanisme serta aturannya.

"Persoalannya berbeda, mekanisme dan aturannya pun beda, itu harus dicamkan Pak Gubernur," tegasnya menutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya