Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang rusak setelah Armenia menyerang kota Ganja di Azerbaijan pada Minggu, 11 Oktober 2020 /Net
Kurang dari 24 jam setelah Azerbaijan dan Armenia bersepakat untuk melakukan gencatan senjata, bentrokan kembali terjadi. Setidaknya sembilan orang tewas di kota kedua Azerbaijan, Ganja, seperti dilaporkan Kantor Kejaksaan Agung Azeri, pada Senin (12/10)
Serangan rudal Armenia di kota Ganja Azerbaijan terjadi pada Minggu dini hari, menewaskan sembilan orang termasuk empat wanita. Sebanyak 34 lainnya, di antaranya 16 wanita dan enam anak, terluka, katanya, seraya menambahkan, serangan Armenia sejauh ini telah menghancurkan 1.165 rumah, 57 bangunan, dan 146 bangunan umum.
Kementerian Pertahanan Azerbaijan menuduh Yerevan melanggar gencatan senjata yang dimediasi Rusia. Sebaliknya, Yerevan juga menuduh Baku melanggar perjanjian itu. Kedua belah pihak kembali saling menyalahkan satu sama lain.
Gencatan senjata yang ditengahi Rusia pada Sabtu (10/10) diberlakukan setelah pembicaraan maraton di Moskow antara kedua belah pihak. Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan bahwa Armenia dan Azerbaijan telah menyetujui gencatan senjata dengan menukar tahanan dan mayat tentara mereka yang tewas dalam konflik di Nagorno-Karabakh.
Sayangnya, kesepakatan itu ternyata hanya berjalan beberapa jam saja.
Azerbaijan menuduh Armenia menyerang wilayah sipil.
Dalam pernyataannya pada Senin (12/10), Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan angkatan bersenjata Armenia sedang menembaki wilayah Goranboy, Tartar dan Aghdam.
"Armenia berulang kali menyerang daerah sipil dan angkatan bersenjata Azerbaijan juga diserang ke arah Aghdara, Aghdam, Fuzuli dan Jabrayil," ujar pernyataan itu, seperti dikutip dari
AFP, Senin (12/10).
Di kota utama Karabakh, Stepanakert, seorang fotografer AFP mendengar suara tembakan dari arah kota Hadrut yang dikuasai Armenia.
Namun, Armenia justru menuduh pasukan Azeri telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menembaki ibukota Nagorno-Karabakh, Stepanakert, serta kota-kota lain pada malam hari. Armenia juga membantah telah menargetkan Ganja.
Pihak Ajerbaijan mengatakan, sejumlah besar pasukan Armenia telah tewas atau terluka, termasuk tiga peluncur roket BM-21 Grad MLRS, satu tank T-72, dan beberapa kendaraan di berbagai medan pertempuran.
Kedua belah pihak telah sepakat untuk menerapkan gencatan senjata atas dasar kemanusiaan, setelah melewati 11 jam pembicaraan di Moskow.
Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov mengatakan gencatan senjata hanya akan berlangsung selama Palang Merah mengatur pertukaran orang mati.
Tapi ternyata tidak. Setelah kedua belah pihak saling menuduh telah melakukan pelanggaran.