Berita

Penampakan iPhone 12 buatan Apple yang akan dirilis Selasa, 13 Oktober 2020/Net

Dunia

Bagai Kendarai Ferrari Di Kampung, Jaringan Nirkabel AS Tak Mampu Dipakai iPhone 12

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 19:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Apple Inc., tengah bersiap merilis iPhone 12 dengan teknologi 5G pada Selasa (13/10). Sayangnya, ponsel canggih tersebut tampak akan kehilangan pasar.

Pasalnya, Direktur Strategy Analytics Boris Metodiev menyebut, jaringan nirkabel di AS belum mampu untuk memanfaatkan 5G yang secara teori memiliki kecepatan 10 hingga 20 kali daripada 4G.

"Seperti memiliki Ferrari tetapi menggunakannya di kampung, Anda tidak dapat mengemudi hingga 200 mil per jam," kata Metodiev seperti dikutip Reuters.


Saat ini, ia mengatakan, jaringan 5G di AS didominasi oleh spektrum nirkabel pita rendah, yang lebih lambat daripada spektrum pita tinggi, tetapi masih dapat diandalkan untuk jarak yang lebih jauh.

Butuh waktu bertahun-tahun agar operator seluler dapat meningkatkan kecepatan besar-besaran dengan membuat augmented reality dan permainan cloud real-time, kata dia.

Memang beberapa operator telekomunikasi AS sudah mengaplikasikan gelombang milimeter atau mmWave, tetapi kemungkinan tidak akan menjangkau tiga perempat orang Amerika hingga 2025.

Hingga saat ini, Verizon Communications Inc memiliki jaringan mmWave terbesar, namun hanya tersedia di area terbatas.

Menurut laporan sinyal seluler perusahaan riset OpenSignal pada Juni, meskipun pengguna Verizon 5G dapat terhubung hampir 10 kali lebih cepat daripada di Sprint dan T-Mobile, kecepatan rata-rata sebenarnya jauh lebih rendah.

Di belahan dunia lain, Korea Selatan dan China memiliki jaringan 5G yang lebih cepat dan sudah tersebar luas. Namun Apple tetap harus bersaing dengan merek lokal, seperti Samsung dan Huawei.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya