Berita

Guru Besar Universitas Padjajaran, Prof Muradi/Repro

Dunia

Prof Muradi: Kalau Proyek KFX/IFX Mau Lancar, Korsel Jangan Kayak Debt Collector!

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 18:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mangkraknya proyek pembangunan pesawat jet tempur antara Indonesia dan Korea Selatan KFX/IFX lantaran Korea Selatan terlalu agresif.

Selama ini Korea Selatan sering mendesak Menhan Prabowo untuk segera menyelesaikan proyek tersebut.

Proses renegoisiasi saat ini tengah dilakukan Indonesia. Sebelumnya kontribusi Indonesia dalam pembangunan proyek pesawat jet tempur itu ada di angka 20 persen.


Prabowo atas pesan presiden Jokowi telah minta diturunkan menjadi 15 persen.

Pakar militer Prof Muradi menyampaikan, jika Korea Selatan mau proyeknya dengan Indonesia berjalan lancar harus mampu memahami kondisi Indonesia.

“Korea harus bisa memahami konteks Indonesia. Jadi, jangan sampai kemudian nyecer kayak debt collector ya, berkali-kali debt collector dia,” tegas Prof Muradi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (12/10).

Terlebih, kata Prof Muradi, Korea Selatan kerap meremehkan kondisi keuangan Indonesia. Sehingga, hal tersebut membuat Indonesia sebagai pembeli berpikir ulang untuk kerjasama.

“Kemudian datang minta ini itu, Indonesia punya uang enggak sih dsb. Itu kan berkali-kali ditanyakan dan itu bahasanya agak tidak byaman ya,” katanya.

“Karena apa buat mereka ok saya kasih teknologi tapi uangnya ada enggak? Harusnya itu sudah klir ketika ada BtoB plus GtoG itu yanh kemudian saya kira perlu ditegaskan,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya