Berita

Kapal penelitian Turki, Oruc Reis/Net

Dunia

Turki Kirim Lagi Oruc Reis Ke Mediterania, Yunani Beri Kutukan

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 18:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Turki untuk mengirim kembali kapal penelitiannya, Oruc Reis ke wilayah sengka di Laut Mediterania Timur memicu kemarahan Yunani.

Melalui pernyataan resmi yang dikutip AFP pada Senin (12/10), Kementerian Luar Negeri Yunani mengutuk Turki dengan menyatakan langkah tersebut adalah ancaman langsung bagi perdamaian dan keamanan regional.

Kementerian mencatat, keputusan Turki untuk mengirim kembali kapal ke perairan yang disengketakan menunjukkan Ankara tidak dapat diandalkan.


"Kami meminta Turki untuk menarik kembali keputusannya," lanjut kementerian.

Pada Minggu (11/10), Angkatan Laut Turki mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melanjutkan kegiatan penelitian di wilayah cadangan gas hingga 22 Oktober.

"NAVTEX Turki baru pada survei di selatan Kastellorizo di dalam kandas kontinen Yunani, pada jarak hanya 6,5 mil laut dari pantai Yunani, merupakan peningkatan (ancaman) besar,"  kata Kementerian Luar Negeri Yunani,

Pengiriman Oruc Reis ke wilayah sengketa terjadi sepekan setelah Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias bertemu dengan mitranya dari Turki, Mevlut Cavusoglu di Bratislava.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya