Berita

Presiden China, Xi Jinping/Net

Dunia

Rayakan 40 Tahun Zona Ekonomi Khusus Pertama, Xi Jinping Akan Berpidato Di Shenzhen

SENIN, 12 OKTOBER 2020 | 17:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden China, Xi Jinping dijadwalkan untuk menyampaikan pidato peringatan 40 tahun pembentukan zona ekonomi khusus pertama China di Kota Shenzhen.

Begitu yang dilaporkan oleh Kantor berita Xinhua pada Senin (12/10). Namun tidak dijelaskan apa yang akan disampaikan oleh Xi dalam pidatonya.

Dimuat CNA, Xi kemungkinan akan membahas integrasi lebih lanjut dari Greater Bay Area, wilayah yang mencakup Hong Kong, Makau, dan sembilan kota di provinsi Guangdong China, termasuk Shenzhen.


Dalam peringatan tersebut, Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam akan hadir, meski menyebut tidak akan bertemu dengan Xi.

Lam sendiri hadir dengan menunda pidato kebijakan tahunannya. Di mana kebijakan tersebut terkait dengan Greater Bay Area.

Penundaan tersebut membuat beberapa pihak semakin mempertanyakan otonomi yang diberikan Beijing pada Hong Kong. Namun Lam sendiri menyanggah jika ia menunggu arahan dari Xi.

"Ini soal menanggapi indikasi positif dari pemerintah pusat bahwa mereka ingin memperhatikan rekomendasi kepala eksekutif," terang Lam.

Selama ini, Partai Komunis China menyebut Shenzhen sebagai simbol gemerlap kemunculan China sebagai kekuatan ekonomi dunia.

Shenzhen dianggap sebagai salah satu landasan yang memacu petumbuhan pesat China selama empat dekade terakhir.

Pada Minggu (11/10), pemerintah pusat mengumumkan langkah-langkah untuk memberikan Shenzhen kendali yang besar atas penggunaan lahan, untuk mendorong investasi asing di sektor teknologi, sekaligus mengurangi birokrasi dalam energi dan telekomunikasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya